Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA berbagi aktivitas di media sosial seolah telah menjadi menu wajib sehari-hari, tak terkecuali di bulan Ramadan. Namun, di balik kemudahan berbagi cerita, tersimpan risiko 'oversharing' yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental hingga menggerus pahala ibadah.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk Ramadan No Oversharing Bersama Tropical No Oversaring yang digelar di Sentul, Bogor, Minggu (1/3). Pakar kesehatan dr. Reisa Broto Asmoro dan pendakwah Ustaz Akri Patrio membedah fenomena ini dari sudut pandang medis dan religi.
Menurut Reisa, dorongan untuk terus mengunggah konten sering kali berawal dari keinginan untuk merasa lega atau sekadar mengikuti tren lingkungan. Namun, bahaya muncul ketika fokus beralih dari konten itu sendiri menjadi ketergantungan pada respons orang lain.
"Masalah utama oversharing bukan pada apa yang dibagikan, tapi pada respons yang menjadi fokusnya. Likes dan dukungan bisa menjadi adiksi. Jika dilakukan berlebihan tanpa batasan privasi, lama-lama mental kita menjadi lemah karena kita kehilangan jati diri dan batasan," ujar Reisa.
Ia pun membagikan setidaknya tiga filter sebelum memosting sesuatu. Pertama, aman, yaitu apakah informasi yang akan dibagikan aman untuk diketahui publik. Kedua, perlu, bahwa seseorang perlu memastikan apakah konten benar-benar perlu dibagikan. Terakhir, bermanfaat, yaitu apakah ada manfaat yang dihasilkan dari unggahan tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Ustaz Akri Patrio menekankan bahwa dalam Islam, aktivitas berbagi di media sosial sangat bergantung pada niat atau iktikad. Berbagi kebaikan untuk memotivasi orang lain (fastabiqul khairat) sangat dianjurkan, namun tipis batasnya dengan pamer.
"Kalau posting untuk pencitraan personal atau pamer (riya), itu sia-sia dan merusak amal Ramadan. Bahasa agamanya jelas: berkatalah yang baik atau diam. Jangan mencaci atau menjatuhkan orang lain melalui media sosial," tegas Ustaz Akri.
Ia menambahkan bahwa berbagi produk usaha atau informasi bermanfaat bukanlah hal yang tercela dalam agama, selama dilakukan dalam koridor kebaikan dan bukan untuk tujuan kesombongan.
Kemeriahan acara ditutup dengan aksi memikat Chef Hideki dalam sesi cooking demonstration. Sang koki memperagakan teknik memasak presisi untuk menyajikan hidangan autentik khas Korea dan Jepang, yakni gimmari dan tempura don.
Melalui inisiatif ini, Tropical berkomitmen menginspirasi masyarakat untuk merengkuh Ramadan yang lebih bermakna. Mendorong keselarasan antara asupan nutrisi dari hidangan sehat dan etika dalam berinteraksi sosial diharapkan menjadi kunci untuk mencapai keseimbangan kesehatan fisik serta ketenangan batin yang hakiki. (B-3)
RUANG digital menjadi tempat yang penting untuk dijamah dalam upaya meningkatkan nilai-nilai spiritualitas. Hal itu salah satunya bisa dilakukan dengan dakwah lewat ruang digital.
Keluhan kesehatan mental yang muncul cukup beragam, mulai dari gangguan tidur, rasa cemas berlebihan, jantung berdebar, hingga sesak napas.
Stres tidak hanya memengaruhi mental tetapi juga penampilan. Dari jerawat hingga rambut rontok, berikut 10 perubahan pada wajah dan tubuh akibat stres.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026 menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Indonesia.
Peneliti berhasil memodifikasi senyawa psilosin dari jamur ajaib untuk mengobati depresi tanpa efek samping "fly".
Penggunaan AI sebagai sarana terapi mengungkap fenomena "gunung es" kekerasan seksual ritual di Inggris. Pakar kepolisian mulai gelar pelatihan khusus.
Anak-anak melakukan aktivitas di ruang terapi Lumina Counseling and Therapy Center di Tangerang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved