Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Ukuran Celana Jadi Alarm Obesitas Sentral, Simak Batas Aman Lingkar Perut Anda

 Gana Buana
04/3/2026 16:15
Ukuran Celana Jadi Alarm Obesitas Sentral, Simak Batas Aman Lingkar Perut Anda
Lingkar perut cara mudah cek obesitas.(Dok. Freepik)

UKURAN celana ternyata bisa menjadi tanda sederhana untuk mendeteksi risiko obesitas sentral yang kian meningkat di Indonesia. Hal ini menjadi peringatan penting mengingat distribusi lemak di area perut memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih besar dibandingkan berat badan biasa.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. mengatakan obesitas sentral dapat dikenali dari lingkar perut, bukan hanya angka timbangan.

“Kalau kita bicara obesitas sentral, paling mudah dilihat dari ukuran celana. Kalau ukurannya makin naik, itu alarm untuk kita,” kata Nadia dalam acara Nutrifood Media Briefing bertajuk Cermat Memilih Pangan Olahan untuk Mencegah Obesitas di Jakarta Pusat, Selasa (3/3).

Tren Peningkatan Obesitas Sentral di Indonesia

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas sentral meningkat signifikan dari 31 persen pada 2018 menjadi 36,8 persen pada 2023. Indikator yang digunakan adalah:

  • Laki-laki: Lingkar perut lebih dari 90 sentimeter.
  • Perempuan: Lingkar perut lebih dari 80 sentimeter.

Data program Cek Kesehatan Gratis 2025 juga menunjukkan 23,85 persen peserta dewasa teridentifikasi mengalami obesitas sentral berdasarkan pengukuran lingkar perut. Hal ini menunjukkan bahwa satu dari empat orang dewasa di Indonesia berisiko tinggi.

Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM)

Dalam acara untuk memperingati Hari Obesitas Sedunia itu, Nadia menyampaikan obesitas sentral berisiko tinggi memicu berbagai penyakit tidak menular seperti:

  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Stroke

Ia menilai banyak orang merasa sehat karena berat badan terlihat normal, padahal distribusi lemak di area perut dapat meningkatkan risiko kesehatan secara drastis. “Kadang orang merasa tidak gemuk, tapi lingkar perutnya sudah di atas batas. Itu yang sering tidak disadari,” ujarnya.

Langkah Pencegahan Sejak Dini

Untuk mencegah obesitas sentral, Kemenkes menganjurkan masyarakat melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Rutin memantau lingkar perut dan indeks massa tubuh (IMT) minimal setahun sekali.
  2. Menjaga pola makan dengan prinsip gizi seimbang.
  3. Meningkatkan aktivitas fisik secara rutin.

“Perubahan kecil seperti mengurangi gula, garam, dan lemak serta rutin bergerak bisa membantu menurunkan risiko,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa obesitas tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan akibat pola konsumsi dan gaya hidup yang berlangsung lama. Oleh karena itu, deteksi dini melalui ukuran celana dan perubahan perilaku sangat krusial untuk dilakukan sekarang juga.

Tips Mengukur Lingkar Perut yang Akurat:

  1. Gunakan pita pengukur (meteran baju).
  2. Berdiri tegak dan bernapaslah dengan normal.
  3. Lingkarkan pita di sekeliling perut, sejajar dengan bagian atas tulang pinggul atau setinggi pusar.
  4. Pastikan pita pengukur tidak terlalu ketat atau terlalu longgar. (Ant/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya