Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUT yang tampak buncit kadang dianggap sepele. Padahal kondisi ini bisa menjadi tanda kesehatan jantung sedang terancam. Ada penumpukan lemak di area perut yang berkaitan erat dengan risiko penyakit jantung dibanding lemak di bagian tubuh lain.
Penyebab perut buncit tidak hanya soal makan berlebihan, tetapi seringkali tanda adanya lemak visceral, yakni lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam. Lemak jenis ini lebih aktif secara metabolik dan dapat memengaruhi cara tubuh mengatur gula darah, tekanan darah, dan kolesterol, faktor risiko utama penyakit jantung.
Lingkar pinggang di atas ambang sehat memiliki kemungkinan lebih besar mengalami gangguan jantung. Ukuran pinggang yang besar sering dikaitkan dengan resistensi insulin, inflamasi kronis, dan kadar kolesterol tidak seimbang yang semuanya berkontribusi pada penyempitan pembuluh darah dan gangguan irama jantung.
Selain risiko jantung, perut buncit juga sering berkaitan dengan kondisi lain seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan sindrom metabolik. Gejala-gejala ini saling berkaitan dan memperbesar risiko komplikasi serius jika tidak diatasi sejak dini.
Rutin mengukur lingkar pinggang adalah indikator sederhana memantau risiko kesehatan. Pola hidup sehat seperti makan makanan rendah lemak jenuh dan gula, meningkatkan asupan serat, serta rutin berolahraga dapat membantu mengurangi lemak perut dan menekan risiko penyakit jantung.
Mengubah gaya hidup bukan hanya soal penampilan, tetapi lebih kepada perlindungan jangka panjang bagi organ vital, terutama jantung. Kesadaran dan respons cepat terhadap tanda-tanda tubuh seperti perut buncit dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.
Dengan memahami bahwa perut buncit bisa menjadi alarm bahaya bagi kesehatan jantung, masyarakat diharapkan lebih waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan sejak dini. Perubahan kecil dalam kebiasaan harian kerap kali memberi dampak besar bagi kesehatan jantung secara keseluruhan. (Halodoc/Z-2)
Penelitian terbaru menemukan massa otot yang lebih tinggi dan lemak visceral yang lebih rendah berhubungan dengan usia biologis otak yang lebih muda.
Banyak orang mengira tubuh gemuk dengan kolesterol normal aman dari penyakit. Faktanya, obesitas tetap menjadi faktor risiko serius.
Perempuan yang memasuki periode perimenopause dan menopause perlu memperhatikan kadar lemak visceral dalam tubuh.
Tidak semua lemak tubuh sama. Studi terbaru menemukan lemak visceral di sekitar organ berhubungan dengan kesehatan otak.
Sang dokter mengingatkan bahwa lemak visceral atau yang biasa disebut obesitas sentral bersifat lebih jahat dibandingkan lemak di bawah kulit
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved