Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Otot Lebih Banyak dan Lemak Visceral Lebih Rendah Terkait Usia Biologis Otak yang Lebih Muda

Thalatie K Yani
26/11/2025 10:38
Otot Lebih Banyak dan Lemak Visceral Lebih Rendah Terkait Usia Biologis Otak yang Lebih Muda
Ilustrasi(freepik)

PARA ilmuwan menemukan komposisi tubuh, khususnya massa otot dan lemak visceral, memiliki keterkaitan langsung dengan usia biologis otak. Temuan ini dipaparkan dalam sebuah studi yang akan disampaikan pada pertemuan tahunan Radiological Society of North America (RSNA), pekan depan.

Penelitian tersebut menunjukkan individu dengan massa otot lebih tinggi dan rasio lemak visceral terhadap otot yang lebih rendah cenderung memiliki usia otak lebih muda secara biologis. Lemak visceral merupakan lemak yang tersimpan dalam rongga perut dan mengelilingi organ-organ vital.

“Tubuh yang lebih sehat, dengan massa otot lebih banyak dan lemak perut tersembunyi lebih sedikit, cenderung memiliki otak yang lebih sehat dan lebih muda,” kata penulis senior studi, Cyrus Raji, M.D., Ph.D., dari Washington University School of Medicine. “Kesehatan otak yang lebih baik pada akhirnya menurunkan risiko penyakit otak di masa depan, seperti Alzheimer.”

Bagaimana MRI Mengukur Usia Otak dan Komposisi Tubuh

Usia otak adalah perkiraan seberapa tua kondisi otak secara biologis berdasarkan struktur yang terlihat melalui MRI. Sementara itu, MRI tubuh dapat mengukur massa otot, salah satu indikator penting untuk menilai risiko frailty dan kesehatan fisik secara keseluruhan.

“Meski penuaan kronologis biasanya diiringi penurunan massa otot dan peningkatan lemak visceral, penelitian ini menunjukkan bahwa parameter kesehatan tersebut berkaitan langsung dengan penuaan otak,” ujar Dr. Raji.

Peserta, Pemindaian, dan Analisis AI

Penelitian melibatkan 1.164 orang dewasa sehat dari empat lokasi riset, dengan usia rata-rata 55,17 tahun. Seluruh peserta menjalani pemindaian MRI seluruh tubuh dan otak, termasuk sekuens T1-weighted yang dapat menampilkan perbedaan jelas antara otot, lemak, dan jaringan otak.

Algoritma kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk mengukur massa otot, lemak visceral, lemak subkutan, serta memprediksi usia otak. Hasilnya, mereka dengan rasio lemak visceral terhadap otot yang lebih tinggi memiliki usia otak lebih tua. Lemak subkutan tidak menunjukkan keterkaitan berarti dengan penuaan otak.

“Peserta dengan lebih banyak otot cenderung memiliki otak yang tampak lebih muda. Sebaliknya, mereka yang memiliki lemak visceral lebih banyak relatif terhadap massa otot menunjukkan otak yang tampak lebih tua,” jelas Dr. Raji.

Implikasi untuk Kesehatan dan Terapi Masa Depan

Dr. Raji menekankan bahwa membangun otot dan mengurangi lemak visceral adalah langkah realistis yang dapat dilakukan banyak orang untuk menjaga kesehatan otak. Kombinasi MRI tubuh dan estimasi usia otak berbasis AI dapat menjadi acuan dalam program intervensi kesehatan di masa mendatang.

Temuan ini juga memiliki relevansi terhadap penggunaan obat penurun berat badan berbasis GLP-1, seperti Ozempic, yang diketahui mengurangi lemak tubuh namun berpotensi menurunkan massa otot.

“Menurunkan lemak, terutama lemak visceral, sambil mempertahankan massa otot akan memberikan manfaat terbesar bagi penuaan otak,” ujar Dr. Raji. “Penelitian ini dapat membantu pengembangan terapi generasi berikutnya dengan menargetkan penurunan lemak visceral tanpa mengorbankan otot.” (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik