Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan nutrisi ikut berubah. Pada lansia, massa otot dan kepadatan tulang cenderung menurun, sementara daya tahan tubuh bisa melemah. Di saat yang sama, risiko kekurangan mikronutrien masih tinggi, dipicu turunnya nafsu makan, penyerapan yang tidak seoptimal dulu, hingga penyakit kronis.
Mengacu pada panduan World Health Organization (WHO) dan National Institutes of Health (NIH), ada enam vitamin dan mineral yang dinilai paling penting untuk membantu lansia tetap sehat dan bertenaga.
Vitamin D berperan besar menjaga kepadatan tulang dan kekuatan otot. NIH mencatat, banyak lansia mengalami kadar vitamin D yang tidak mencukupi, antara lain karena paparan sinar matahari berkurang dan kemampuan kulit memproduksi vitamin D menurun. Defisiensi vitamin D dikaitkan dengan meningkatnya risiko jatuh dan patah tulang.
Kalsium bekerja bersama vitamin D untuk mempertahankan kekuatan tulang dan gigi. WHO menyoroti bahwa risiko osteoporosis meningkat setelah usia 60 tahun, terutama pada perempuan. Asupan kalsium yang cukup membantu memperlambat penurunan kepadatan tulang dan menekan risiko fraktur.
Bertambah usia, kemampuan lambung menyerap vitamin B12 dari makanan biasanya menurun. Kekurangan B12 dapat memicu anemia, gangguan saraf, hingga penurunan fungsi kognitif. NIH menyarankan lansia memperhatikan sumber B12, baik dari makanan hewani maupun suplemen bila diperlukan.
Vitamin C dikenal sebagai antioksidan, sekaligus berperan mendukung sistem imun dan membantu penyembuhan luka. Sejumlah studi nutrisi menunjukkan, lansia dengan asupan vitamin C yang memadai cenderung memiliki risiko infeksi lebih rendah dibanding mereka yang defisit.
Magnesium penting untuk fungsi otot dan saraf, serta membantu menjaga irama jantung. Kekurangan magnesium pada lansia sering tidak disadari, tetapi dapat berkaitan dengan keluhan seperti kram otot, mudah lelah, hingga gangguan metabolik.
Kebutuhan zat besi pada lansia memang tidak setinggi usia produktif, tetapi defisiensi tetap dapat terjadi dan menyebabkan anemia. Dampaknya bisa terasa pada stamina, konsentrasi, dan daya tahan tubuh.
Para ahli menekankan, pemenuhan vitamin dan mineral sebaiknya diprioritaskan lewat pola makan seimbang, sayur, buah, ikan, susu, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Suplementasi dapat dipertimbangkan, tetapi idealnya setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Dengan asupan yang tepat, lansia berpeluang lebih besar mempertahankan kebugaran, kemandirian, dan kualitas hidup. (Z-10)
Sumber:
– World Health Organization, Nutrition for Older Persons
– National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements
– Harvard T.H. Chan School of Public Health, Nutrition and Aging
Penelitian terbaru menemukan massa otot yang lebih tinggi dan lemak visceral yang lebih rendah berhubungan dengan usia biologis otak yang lebih muda.
Konsumsi kopi sendiri dapat berpotensi mencegah sarkopenia, yaitu penyakit muskuloskeletal. Dapat menurunkan kekuatan, massa otot, dan performa tubuh saat proses penuaan.
Studi terbaru menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan massa otot lengan serta kaki.
Latihan pull-up diketahui juga dapat membantu mengurangi nyeri punggung yang kerap mengganggu aktivitas sehari-hari bila dilakukan dengan tepat.
Otot bokong yang lemah dapat menyebabkan masalah seiring berjalannya waktu, termasuk ketegangan pada otot lain di paha dan punggung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved