Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, Rozana Nurfitri Yulia, menyampaikan orang berusia 60 tahun ke atas atau lansia didapati sering mengalami defisiensi vitamin B12 dan D.
"Jadi vitamin B12 ini memang berkurang dalam tubuh manusia karena faktor intrinsik yang menyerap vitamin B12 yang umumnya ada di lambung. Jadi, kalau itu berkurang karena faktor usia, suplementasi adalah solusinya," kata Rozana dalam diskusi daring, Rabu (4/9).
Lansia dapat mengalami defisiensi vitamin B12 karena kemampuan tubuh dalam menyerap vitamin B12 sudah menurun, atau mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengganggu penyerapan vitamin, atau mengalami masalah kesehatan yang menyebabkan penurunan kemampuan lambung dan usus kecil dalam menyerap nutrisi.
Baca juga : Vitamin B dan D Efektif Atasi Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes
Rozana mengatakan kekurangan vitamin B12 biasanya terdeteksi saat pasien lansia berkonsultasi dengan dokter saraf.
Defisiensi vitamin B12 pada lansia antara lain berisiko menyebabkan anemia, gangguan kognitif, dan gangguan syaraf.
Rozana menyampaikan bahwa defisiensi vitamin D juga sering terjadi pada lansia. Defisiensi vitamin D bisa terjadi karena penurunan
kemampuan sintesis dan penyerapan vitamin D, penuaan kulit, dan kurang paparan sinar matahari.
Baca juga : Fungsi Organ Menurun Pengaruhi Kemampuan Makan dan Kebutuhan Nutrisi Lansia
"Ada penyebab lain yang menyebabkan orang Indonesia umumnya mengalami defisiensi vitamin D seperti gangguan sintesis vitamin D di kulit, dan metabolisme vitamin D ada di ginjal, itu diberikan vitamin D3 aktif," katanya.
Vitamin D berperan penting dalam homeostasis kalsium dan fosfat darah yang mendukung fungsi metabolisme tubuh, transmisi neuromuskular, dan mineralisasi tulang.
Kekurangan vitamin ini dapat memicu masalah metabolisme dan menimbulkan gangguan kesehatan yang lain.
Baca juga : Ini Penurunan Fungsi Organ yang Umum Terjadi pada Lansia
Rozana menyampaikan mengonsumsi lima porsi buah dan sayur dengan lima warna berbeda dapat menurunkan risiko defisiensi vitamin pada lansia.
Selain penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin, sayur dan buah juga baik untuk melatih kemampuan pasien lansia pascastroke dalam mengunyah.
Lansia berisiko mengalami kekurangan nutrisi karena konsumsi makanannya menurun atau gangguan mekanisme penyerapan tubuh. Suplemen vitamin dan mineral dapat diberikan untuk mengatasi masalah ini.
Rozana menyampaikan lansia dapat diberi suplemen vitamin B12 dan D. Suplemen vitamin E dan C umumnya tidak diperlukan, karena biasanya
sudah terpenuhi dari makanan yang dikonsumsi. (Ant/Z-1)
KIWI dikenal sebagai buah yang kaya akan antioksidan, vitamin, mineral, serta serat. Bagian kulitnya justru menyimpan banyak nutrisi penting.
Vitamin D sebenarnya memiliki banyak manfaat lain yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Buah yang kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan esensial, buah-buahan memberikan nutrisi awal yang baik untuk mengawali hari.
Vitamin atau yang dikenal sebagai mikronutrien, sangat penting bagi tubuh. Untuk menunjang fungsi sel dan proses molekuler tubuh. Tapi hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil.
Namun, beberapa suplemen mengandung pemanis tambahan yang bisa menambah kalori, sehingga penting untuk memperhatikan komposisinya terutama saat diet.
Rambut rontok bukan sekadar masalah kosmetik. Kekurangan vitamin dan mineral bisa melemahkan folikel rambut dan memicu kerontokan.
Berdasarkan hasil dari penelitiannya, kelompok dengan terapi tambahan vitamin D menunjukkan perbaikan nyeri yang lebih signifkan.
Orang yang kekurangan vitamin D jarang menunjukkan gejala yang spesifik, bahkan merasa sehat-sehat saja.
Defisiensi mikronutrien tertentu bisa menyebabkan masalah kesehatan termasuk hidden hunger yang merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi atau malnutrisi pada anak.
Kekurangan vitamin D bisa terjadi di negara tropis seperti Indonesia meski sinar matahari ada sepanjang hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved