Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Bukan Sekadar Diet Rendah Lemak atau Karbo, Kualitas Makanan Jadi Kunci Jantung Sehat

Thalatie K Yani
17/2/2026 12:53
Bukan Sekadar Diet Rendah Lemak atau Karbo, Kualitas Makanan Jadi Kunci Jantung Sehat
Ilustrasi(freepik)

DEBAT panjang mengenai mana yang lebih baik antara diet rendah karbohidrat dan diet rendah lemak akhirnya menemukan titik terang. Sebuah studi besar selama tiga dekade terhadap hampir 200.000 orang dewasa menunjukkan kualitas makanan jauh lebih menentukan kesehatan jantung dibandingkan sekadar menghitung kuantitas lemak atau karbohidrat.

Penelitian yang diterbitkan dalam JACC, jurnal utama American College of Cardiology, mengungkapkan bahwa kedua pola makan tersebut efektif menurunkan risiko penyakit jantung koroner (CHD) hanya jika menekankan pada konsumsi biji-bijian utuh, makanan berbasis tanaman, dan lemak sehat. Sebaliknya, diet yang didominasi karbohidrat olahan dan lemak hewani justru meningkatkan risiko penyakit.

Kualitas di Atas Kuantitas

Selama ini, masyarakat cenderung hanya berfokus pada pengurangan asupan tertentu tanpa memedulikan sumbernya. Namun, Zhiyuan Wu, peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health sekaligus penulis utama studi ini, menegaskan pentingnya pemilihan sumber nutrisi.

"Temuan kami menekankan ini bukan sekadar soal memotong karbohidrat atau lemak, melainkan tentang kualitas makanan yang dipilih orang untuk menyusun diet tersebut," ujar Wu. Ia menambahkan fokus hanya pada komposisi nutrisi tanpa memerhatikan kualitas makanan mungkin tidak akan memberikan manfaat kesehatan.

Studi Skala Besar Selama 30 Tahun

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, tim peneliti menganalisis data dari 198.473 partisipan yang diikuti selama lebih dari 30 tahun. Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 20.033 kasus penyakit jantung koroner.

Peneliti menggunakan sistem penilaian untuk memisahkan versi "sehat" dan "tidak sehat" dari kedua pola diet tersebut. Hasilnya sangat konsisten:

  • Versi Sehat: Menekankan pada makanan nabati, biji-bijian utuh, dan lemak tak jenuh, yang berkorelasi signifikan dengan penurunan risiko CHD.
  • Versi Tidak Sehat: Tinggi karbohidrat olahan (seperti tepung putih/gula) serta lemak dan protein hewani, yang justru meningkatkan risiko CHD.
  • Marker Kesehatan: Diet berkualitas tinggi terbukti menurunkan kadar trigliserida, meningkatkan kolesterol baik (HDL), dan mengurangi peradangan.

Jalur Biologis yang Sama

Data metabolomik mendukung temuan ini dengan menunjukkan pola biomarker yang lebih baik pada mereka yang menjalani diet berkualitas. "Hasil ini menunjukkan diet rendah karbohidrat dan rendah lemak yang sehat mungkin berbagi jalur biologis umum yang meningkatkan kesehatan kardiovaskular," jelas Wu.

Harlan M. Krumholz, MD, Pemimpin Redaksi JACC, menyatakan studi ini mengakhiri perdebatan lama mengenai mana yang lebih unggul. "Temuan ini menunjukkan yang paling penting bagi kesehatan jantung adalah kualitas makanan yang dimakan. Menekankan pada makanan nabati, biji-bijian utuh, dan lemak sehat dikaitkan dengan hasil kardiovaskular yang lebih baik," pungkasnya.

Meskipun memberikan panduan yang kuat, peneliti mengingatkan bahwa temuan ini mungkin tidak berlaku bagi pendekatan ekstrem seperti diet keto. Selain itu, karena partisipan adalah tenaga profesional kesehatan, hasil ini memberikan gambaran biologis yang solid meskipun mungkin terdapat perbedaan kesadaran kesehatan dibanding populasi umum. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya