Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA pola makan sehat merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Meski demikian, mengubah kebiasaan makan tidak sehat kerap menjadi tantangan bagi banyak orang. Lalu, apa saja jenis makanan yang dapat memicu penyakit jantung dan sebaiknya dihindari?
Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh memiliki pengaruh terhadap kesehatan jantung, termasuk tekanan darah dan kadar kolesterol. Karena itu, penting untuk memperhatikan jenis dan kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Penyakit jantung merupakan kondisi ketika fungsi jantung terganggu, baik akibat penyumbatan maupun kelainan pada jantung dan pembuluh darah di sekitarnya. Salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit jantung adalah konsumsi makanan tinggi garam, lemak, serta makanan olahan.
Makanan-makanan tersebut dapat memicu penumpukan plak di arteri yang akhirnya menghambat aliran darah ke seluruh tubuh.
Mengacu pada Kementerian Kesehatan, prinsip pola makan sehat bagi penderita atau orang yang berisiko penyakit jantung antara lain:
Meski makanan olahan dan cepat saji dinilai praktis, konsumsi berlebihan justru meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung.
Membatasi asupan makanan tertentu dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Dikutip dari Healthline, berikut lima jenis makanan yang sebaiknya dihindari:
Makanan tinggi garam, seperti keripik kentang atau camilan gurih, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Konsumsi gula berlebih juga berpotensi menyebabkan obesitas, yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.
Konsumsi daging merah secara berlebihan, seperti daging sapi dan domba, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Kandungan lemak jenuh yang tinggi dapat menaikkan kadar kolesterol. Sebaiknya pilih daging tanpa lemak atau batasi porsinya.
Makanan cepat saji umumnya mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi. Jenis makanan seperti burger, kentang goreng, dan makanan olahan lainnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika dikonsumsi terlalu sering.
Mentega mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL). Sebagai alternatif, gunakan minyak zaitun atau minyak nabati cair untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
Makanan panggang seperti kue kering, bolu, dan muffin biasanya mengandung tambahan gula tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar trigliserida yang berkaitan dengan penyakit jantung. Gunakan tepung gandum utuh dan kurangi gula sebagai alternatif yang lebih sehat.
Mengubah kebiasaan makan memang tidak mudah, terutama bagi mereka yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam. Namun, memilih pola makan sehat merupakan langkah penting untuk mencegah penyakit jantung, yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia.
Pola makan tidak sehat yang dilakukan secara terus-menerus dapat memicu penyakit jantung dini, diabetes, hingga tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta menghindari rokok menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan jantung. (Primaya Hospital/Z-2)
Peneliti ungkap pengurangan kadar natrium pada roti dan makanan kemasan secara diam-diam dapat mencegah ribuan kasus stroke dan jantung tanpa mengubah pola makan warga.
Ahli gizi Alvaro Vargas menegaskan bahwa roti gandum utuh 100 persen justru dapat menjadi bagian penting dari pola makan sehat.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) memperingati Hari Gizi Nasional dengan menggelar edukasi gizi serentak di ribuan sekolah di seluruh Indonesia.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Banyak orang merasa sudah menjalani pola hidup sehat dengan makan teratur, memilih makanan bergizi, dan rutin berolahraga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved