Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

5 Makanan Ini yang Bisa Picu Penyakit Jantung

Muhammad Ghifari A
13/1/2026 10:00
5 Makanan Ini yang Bisa Picu Penyakit Jantung
Ilustrasi(DCN)

MENJAGA pola makan sehat merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Meski demikian, mengubah kebiasaan makan tidak sehat kerap menjadi tantangan bagi banyak orang. Lalu, apa saja jenis makanan yang dapat memicu penyakit jantung dan sebaiknya dihindari?

Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh memiliki pengaruh terhadap kesehatan jantung, termasuk tekanan darah dan kadar kolesterol. Karena itu, penting untuk memperhatikan jenis dan kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Prinsip Pola Makan Sehat

Penyakit jantung merupakan kondisi ketika fungsi jantung terganggu, baik akibat penyumbatan maupun kelainan pada jantung dan pembuluh darah di sekitarnya. Salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit jantung adalah konsumsi makanan tinggi garam, lemak, serta makanan olahan.

Makanan-makanan tersebut dapat memicu penumpukan plak di arteri yang akhirnya menghambat aliran darah ke seluruh tubuh.

Mengacu pada Kementerian Kesehatan, prinsip pola makan sehat bagi penderita atau orang yang berisiko penyakit jantung antara lain:

  • Membatasi makanan tinggi garam dan lemak
  • Mengonsumsi makanan rendah kalori dan kaya nutrisi
  • Menghindari makanan tinggi sodium dan kalori
  • Mengontrol porsi makan agar tidak berlebihan
  • Memilih makanan yang diproses secara minimal
  • Mengonsumsi sumber protein yang sehat
  • Mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana
  • Membatasi kopi dan minuman beralkohol
  • Memilih makanan yang mudah dicerna tubuh

Meski makanan olahan dan cepat saji dinilai praktis, konsumsi berlebihan justru meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung.

5 Jenis Makanan Pemicu Penyakit Jantung

Membatasi asupan makanan tertentu dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Dikutip dari Healthline, berikut lima jenis makanan yang sebaiknya dihindari:

1. Makanan Tinggi Garam dan Gula

Makanan tinggi garam, seperti keripik kentang atau camilan gurih, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Konsumsi gula berlebih juga berpotensi menyebabkan obesitas, yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.

2. Daging Merah

Konsumsi daging merah secara berlebihan, seperti daging sapi dan domba, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Kandungan lemak jenuh yang tinggi dapat menaikkan kadar kolesterol. Sebaiknya pilih daging tanpa lemak atau batasi porsinya.

3. Makanan Cepat Saji (Fast Food)

Makanan cepat saji umumnya mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi. Jenis makanan seperti burger, kentang goreng, dan makanan olahan lainnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika dikonsumsi terlalu sering.

4. Mentega

Mentega mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL). Sebagai alternatif, gunakan minyak zaitun atau minyak nabati cair untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil.

5. Makanan Panggang Manis

Makanan panggang seperti kue kering, bolu, dan muffin biasanya mengandung tambahan gula tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar trigliserida yang berkaitan dengan penyakit jantung. Gunakan tepung gandum utuh dan kurangi gula sebagai alternatif yang lebih sehat.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung

Mengubah kebiasaan makan memang tidak mudah, terutama bagi mereka yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam. Namun, memilih pola makan sehat merupakan langkah penting untuk mencegah penyakit jantung, yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia.

Pola makan tidak sehat yang dilakukan secara terus-menerus dapat memicu penyakit jantung dini, diabetes, hingga tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta menghindari rokok menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan jantung. (Primaya Hospital/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya