Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENURUNKAN kadar garam dalam makanan sehari-hari ternyata bisa menjadi pahlawan tanpa tanda jasa bagi kesehatan publik. Penelitian terbaru mengungkapkan pengurangan moderat natrium pada roti, makanan kemasan, dan makanan siap saji dapat secara signifikan menurunkan angka penyakit jantung dan stroke di Prancis serta Inggris.
Keunggulan utama dari strategi ini adalah masyarakat tidak perlu mengubah kebiasaan makan mereka sama sekali. Dua studi yang diterbitkan dalam jurnal Hypertension milik American Heart Association menunjukkan bahwa perubahan kecil pada pasokan pangan dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang yang luar biasa.
Di Prancis, para peneliti memfokuskan studi pada pengurangan garam dalam baguette dan produk roti lainnya. Roti merupakan makanan pokok warga Prancis yang menyumbang sekitar 25% dari asupan harian yang direkomendasikan.
Melalui model matematika, peneliti menemukan memangkas kadar garam pada roti dapat menurunkan asupan natrium harian sekitar 0,35 gram per orang. Meski terlihat kecil, perubahan ini diproyeksikan mampu mencegah lebih dari 1.000 kematian per tahun di seluruh negeri.
"Langkah pengurangan garam ini sama sekali tidak disadari oleh penduduk Prancis, tidak ada yang menyadari bahwa roti tersebut mengandung lebih sedikit garam," kata Clémence Grave, M.D., penulis utama studi dari Badan Kesehatan Masyarakat Nasional Prancis. "Temuan kami menunjukkan merformulasi produk makanan, bahkan dengan perubahan kecil yang tidak terlihat, dapat berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat."
Sementara itu di Inggris, analisis terpisah memperkirakan mencapai target pengurangan natrium nasional tahun 2024 dapat menurunkan asupan garam harian rata-rata sebesar 17,5%. Dalam jangka waktu 20 tahun, penurunan ini diprediksi dapat mencegah:
Lauren Bandy, D.Phil., peneliti dari Universitas Oxford, menekankan industri makanan masih memiliki banyak ruang untuk perbaikan. "Jika perusahaan makanan Inggris sepenuhnya memenuhi target pengurangan garam tahun 2024, penurunan asupan garam dapat mencegah puluhan ribu serangan jantung dan stroke, tanpa mengharuskan orang mengubah kebiasaan makan mereka," jelasnya.
Konsumsi natrium berlebih merupakan kontributor utama hipertensi yang memicu gagal ginjal kronis, demensia, hingga kematian dini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan asupan kurang dari 2.000 mg natrium per hari, namun rata-rata konsumsi global masih jauh di atas angka tersebut.
Daniel W. Jones, M.D., pakar dari American Heart Association, menyatakan bahwa pendekatan nasional untuk membatasi kandungan garam pada makanan komersial adalah strategi kunci. "Meskipun pengurangan natrium memberikan perbaikan kecil pada tekanan darah di tingkat individu, perubahan kecil ini menghasilkan perbaikan besar pada populasi yang luas," tutupnya.
Keberhasilan ini sangat bergantung pada koordinasi antara pemerintah, produsen makanan, dan pemimpin kesehatan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat secara otomatis. (Science Daily/Z-2)
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Sering tertukar, kenali perbedaan vital antara GERD dan penyakit jantung. Panduan medis lengkap 2026 untuk identifikasi gejala, pemicu, dan penanganan darurat.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Peneliti Universitas Bonn temukan manfaat luar biasa diet oat selama dua hari bagi penderita sindrom metabolik. Simak bagaimana oat mengubah bakteri usus dan kesehatan jantung.
Henti jantung mendadak adalah kondisi darurat yang berbeda dari serangan jantung. Kenali pengertian, gejala, penyebab, cara penanganan, dan langkah pencegahannya.
Program ini mengubah kebiasaan khas masyarakat Indonesia, yaitu berkaraoke, menjadi bentuk terapi wicara yang menyenangkan.
Meski sering dianggap sebagai penyakit orang tua, para ahli menegaskan bahwa stroke dapat menyerang siapa saja, bahkan di usia muda.
Penelitian terbaru menemukan orang dengan gigi berlubang dan penyakit gusi memiliki risiko stroke 86% lebih tinggi.
Risiko stroke meningkat pada pagi hari akibat lonjakan tekanan darah, darah lebih kental, dan gangguan tidur. Kenali penyebab dan cara mencegahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved