Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGANTIAN tahun selalu menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk memulai kebiasaan baru, terutama dalam meninjau kembali perencanaan keuangan.
Menyambut 2026, Faculty Head Sequis Quality Empowerment Sequis Life, Yan Ardhianto Handoyo, menekankan pentingnya memasukkan strategi finansial ke dalam daftar resolusi tahun baru.
Menurut Yan, perencanaan yang matang merupakan kunci untuk menyeimbangkan antara kebutuhan saat ini dan impian di masa depan.
"Membuat perencanaan keuangan akan membantu Anda menyiapkan dana untuk memenuhi kebutuhan saat ini dan menentukan tujuan masa depan beserta strategi pendanaannya," jelas Yan.
Agar resolusi keuangan tidak sekadar menjadi wacana, Yan menyarankan lima tahapan terstruktur untuk mewujudkan finansial yang sehat:
1. Evaluasi Menyeluruh dan Identifikasi 'Latte Factor'
Langkah pertama dimulai dengan mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran secara detail.
Yan mengingatkan untuk tidak mengabaikan pengeluaran kecil namun rutin, seperti kopi kekinian. Meskipun nilainya tampak kecil, jika dilakukan setiap hari, akumulasinya bisa menjadi signifikan dan memengaruhi posisi keuangan.
Selain itu, evaluasi kembali aset dan liabilitas (utang) Anda untuk melihat apakah instrumen investasi yang dimiliki masih relevan dengan tujuan jangka panjang.
2. Penetapan Tujuan yang Terukur
Perencanaan keuangan akan lebih efektif jika memiliki target yang spesifik. Sebagai contoh, menetapkan angka Rp100 juta untuk biaya pernikahan atau Rp10 juta untuk dana masuk sekolah anak.
Tujuan yang jelas membantu seseorang dalam mengukur kemampuan finansial dan menentukan skala prioritas jika memiliki lebih dari satu keinginan.
3. Disiplin dalam Anggaran (Metode 50/30/20)
Penyusunan anggaran memerlukan konsistensi agar pengeluaran tetap terkendali. Yan menyarankan penggunaan metode sederhana 50/30/20, yaitu mengalokasikan 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan, investasi, serta dana darurat.
Dalam tahap ini, masyarakat juga diingatkan untuk menghindari utang konsumtif dan memastikan total cicilan produktif tidak melebihi 30% dari penghasilan.
4. Pengembangan Aset Berbasis Risiko
Mengingat adanya faktor inflasi, mengandalkan pendapatan saja tentu tidak cukup. Aset perlu dikembangkan melalui instrumen investasi yang tepat sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Untuk tujuan jangka pendek dan profil konservatif, instrumen seperti deposito atau obligasi negara dapat menjadi pilihan.
Namun, untuk tujuan jangka panjang dengan profil agresif, saham atau reksadana saham lebih dipertimbangkan karena potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.
5. Proteksi sebagai Jaring Pengaman
Risiko finansial yang tidak terduga selalu ada di setiap tahapan kehidupan. Oleh karena itu, asuransi menjadi elemen krusial untuk melindungi rencana keuangan dari gangguan risiko kesehatan atau musibah.
Yan menyarankan untuk mengalokasikan minimal 10% dari penghasilan untuk proteksi, terutama bagi mereka yang memiliki rencana besar seperti menikah atau membeli rumah di tahun mendatang.
Dengan perencanaan yang terstruktur, resolusi tahun baru bukan lagi sekadar tradisi, melainkan langkah nyata menuju kemandirian finansial yang berkelanjutan. (Z-1)
Masyarakat semakin cepat mengakses layanan keuangan digital, namun pemahaman mereka belum sepenuhnya sejalan.
Sejak berdiri pada 2000, SMS Finance telah melayani jutaan pelanggan dalam sektor pembiayaan, khususnya pembiayaan mobil bekas dan multiguna.
Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan dalam inklusi dan literasi keuangan nasional, termasuk pembentukan dewan baru yang fokus pada kesejahteraan keuangan.
Forum ini menjadi wadah strategis bagi Aftech untuk menyatukan langkah industri, regulator, dan mitra global dalam mempercepat inklusi keuangan digital.
Rupiah digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat sistem pembayaran lintas batas, serta menjadi fondasi yang kokoh bagi inovasi keuangan.
Kesalahan umum yang sering terjadi saat membuat resolusi adalah menetapkan target yang terlalu ekstrem.
Kiribati menghapus tanggal 31 Desember 1994 di wilayah timurnya demi menyatukan zona waktu nasional. Kini Kiribati jadi negara pertama sambut tahun baru.
SEPANJANG masa angkutan Nataru periode 18 Desember 2025-1 Januari 2026 kemarin, total pengguna Commuter Line di wilayah Jabodetabek tercatat sebanyak 15.025.081 orang.
Tragedi yang terjadi di Bar Le Constellation merenggut sekitar 40 nyawa.
Penyelidik masih menelusuri asal api, meski banyak saksi menggambarkan betapa cepatnya kobaran menyebar.
PERWIRA Pertamina memilih merayakan malam tahun baru di tengah masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved