Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Suami Gen Z Kini Lebih Proaktif Rencanakan Keuangan Keluarga

Basuki Eka Purnama
24/2/2026 10:34
Suami Gen Z Kini Lebih Proaktif Rencanakan Keuangan Keluarga
Ilustrasi(Freepik)

PERGESERAN pola pikir dalam pengelolaan keuangan keluarga kini semakin terlihat nyata, khususnya pada generasi Z (Gen Z). Edukator keuangan Aliyah Nastasya mengungkapkan bahwa saat ini, suami dari generasi tersebut cenderung menjadi motor penggerak utama dalam perencanaan finansial keluarga.

"Dari para klienku yang gen Z, itu yang merencanakan keuangan justru suami-suaminya. Jadi mereka datang sebagai pasangan, mau melakukan perencanaan, saat aku tanya siapa inisiatornya, oh suaminya," ujar Aliyah, Senin (23/2).

Menurut Aliyah, para suami dari generasi ini memiliki keinginan kuat untuk melakukan langkah yang benar bagi keluarganya. 

Motivasi tersebut muncul karena mereka belajar dari pengalaman beban finansial atau kesalahan pengelolaan keuangan yang dilakukan generasi orangtua mereka di masa lalu.

Sementara itu, peran para istri pun tidak kalah krusial. Aliyah mencatat bahwa para istri kini semakin cerdas dalam mengelola anggaran rumah tangga. 

Mereka sangat lihai menyiasati pengeluaran dengan memanfaatkan promo belanja digital yang tersedia di berbagai platform, seperti promo tanggal cantik (misalnya 2.2).

Aliyah menilai, fenomena ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan. Hal ini didukung oleh kemudahan akses terhadap peralatan finansial digital serta beragam produk yang menawarkan fleksibilitas pembayaran.

Tren positif ini juga sangat terlihat saat masyarakat merencanakan agenda tahunan, seperti mudik Lebaran. 

Berbeda dengan kondisi lima hingga 10 tahun lalu, masyarakat saat ini lebih rasional. Sekarang, mereka cenderung menghitung ketersediaan dana terlebih dahulu sebelum memutuskan destinasi, moda transportasi, maupun akomodasi.

Masyarakat kini lebih disiplin dengan melakukan reservasi jauh-jauh hari dan aktif mencari promo terbaik. 

Bahkan, alokasi Tunjangan Hari Raya (THR) kini direncanakan dengan lebih matang. Tujuannya jelas: agar setelah perayaan Lebaran selesai, mereka masih memiliki cadangan tabungan yang memadai.

Kondisi ini sangat kontras dengan perilaku masyarakat di masa lalu. Dahulu, banyak pihak yang cenderung memprioritaskan "pulang kampung" tanpa mempertimbangkan prioritas keuangan lainnya. 

Pembelian tiket yang dilakukan mepet dengan waktu Lebaran seringkali memaksa mereka mengeluarkan biaya ekstra besar. 

Akibatnya, seluruh THR habis dibelanjakan, dan banyak orang terpaksa mencari pinjaman setelah Lebaran demi menyambung hidup karena tidak memiliki cadangan finansial.

Perubahan pola pikir ini menunjukkan bahwa literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda, mulai beranjak ke arah yang lebih sehat dan terencana. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya