Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Resolusi Keuangan 2026: Mengapa Gen Z Sering Gagal dan Bagaimana Mengatasinya

Basuki Eka Purnama
07/2/2026 09:18
Resolusi Keuangan 2026: Mengapa Gen Z Sering Gagal dan Bagaimana Mengatasinya
Ilustrasi(Freepik)

GEN Z dikenal sebagai generasi yang melek teknologi, adaptif, dan cepat belajar. Namun, dalam hal manajemen keuangan, mereka masih menghadapi tantangan klasik: gaji yang sekadar "numpang lewat" dan tabungan yang sulit bertumbuh. 

Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Desember 2025 mencatat bahwa proporsi pendapatan yang disimpan (saving to income ratio) hanya sebesar 14,9%. Angka ini kontras dengan porsi konsumsi yang mendominasi hingga 74,3%.

Kemudahan transaksi digital, mulai dari one-click checkout hingga godaan promo di notifikasi ponsel, menjadi pemicu utama tingginya perilaku konsumtif. 

Akibatnya, resolusi keuangan yang dicanangkan di awal tahun sering kali kandas di tengah jalan. Data dari Forbes Health bahkan menunjukkan rata-rata resolusi hanya bertahan sekitar 3,7 bulan.

Agar resolusi keuangan di 2026 tidak sekadar menjadi wacana, penting untuk mengenali tujuh kesalahan umum beserta solusi realistisnya:

1. Target yang Terlalu Ambisius

Sering kali kita ingin mencapai semuanya sekaligus: menabung, investasi, liburan, hingga upgrade gadget. Solusinya, fokuslah pada 1–3 prioritas saja. Sebagai langkah awal, cukup prioritaskan dana darurat dan pengendalian belanja.

2. Resolusi Tanpa Angka Konkret

Niat "lebih hemat" sulit diukur. Ubahlah menjadi target spesifik, misalnya menyisihkan Rp300.000 hingga Rp500.000 atau 10 persen dari penghasilan setiap bulan agar progresnya dapat dilacak secara nyata.

3. Menabung dari Sisa Gaji

Menunggu akhir bulan untuk menabung adalah kesalahan klasik. Solusinya, sisihkan uang tepat saat gaji diterima melalui fitur auto-transfer agar tabungan berjalan lebih disiplin.

4. Mencampur Semua Dana di Satu Rekening

Mencampur uang jajan dengan tabungan menciptakan ilusi bahwa saldo masih aman. Gunakan rekening terpisah sesuai fungsinya. Fitur seperti Celengan dari Amar Bank dapat membantu memisahkan tabungan berdasarkan tujuan, lengkap dengan pengingat dan auto-debit.

5. Menganggap Pendapatan Ekstra sebagai "Uang Gratis"

Bonus atau hasil side hustle sering kali langsung habis untuk belanja impulsif. Padahal, ini adalah kesempatan mempercepat target finansial. Memasukkan dana ekstra ke instrumen seperti deposito dapat "mengunci" uang tersebut agar tidak terpakai sekaligus mendapatkan bunga yang kompetitif.

6. Mengabaikan Dana Darurat

Rencana keuangan bisa hancur seketika saat terjadi keadaan darurat, seperti sakit atau kerusakan alat kerja. Gunakan bantuan fitur seperti Saving Insight untuk menghitung kebutuhan dana darurat ideal berdasarkan pola pemasukan dan pengeluaran Anda.

7. Menunda Investasi

Banyak yang menunggu mapan untuk mulai berinvestasi. Padahal, memulai dengan nominal kecil, seperti Rp300.000 per bulan, jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

Kunci utama resolusi keuangan Gen Z bukanlah menjadi dewasa secara finansial dalam semalam, melainkan membangun sistem yang konsisten. Dengan memisahkan pos anggaran dan melakukan otomatisasi, stabilitas finansial bukan lagi sekadar impian. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya