Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Mahasiswa UGM Diperkenalkan dengan Potensi Blockchain Sebagai Infrastruktur Keuangan Masa Depan

Basuki Eka Purnama
17/3/2026 10:57
Mahasiswa UGM Diperkenalkan dengan Potensi Blockchain Sebagai Infrastruktur Keuangan Masa Depan
Seminar edukasi bertajuk Zero to Crypto: Blockchain sebagai Infrastruktur Sistem Keuangan Modern digelar di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 7 Maret 2026.(MI/HO)

SEMINAR edukasi bertajuk Zero to Crypto: Blockchain sebagai Infrastruktur Sistem Keuangan Modern digelar di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 7 Maret 2026.  Seminar yang diadakan oleh platform aset digital Mobee berkolaborasi dengan UGM Blockchain Club dan CryptoIndo Jogja, acara ini bertujuan mengubah persepsi mahasiswa terhadap blockchain dari sekadar instrumen spekulatif menjadi fondasi infrastruktur keuangan masa depan.

Kegiatan yang didukung oleh Tether ini membedah integrasi teknologi distributed ledger, mekanisme konsensus, dan smart contracts ke dalam arsitektur keuangan nasional. 

Seminar menghadirkan tiga pakar yang meninjau ekosistem digital dari aspek teknis, regulasi, dan kepatuhan.

Co-Founder PIVY Febi Mettasari memaparkan evolusi blockchain yang kini merambah ke sektor stablecoin dan Real-World Assets (RWA). Ia mendorong para mahasiswa teknologi untuk mendalami desain sistem agar talenta lokal dapat berperan aktif sebagai pengembang dan arsitek protokol, bukan hanya sebagai pengguna.

Dari sisi regulasi, Fayza Nur M, selaku Public Policy & Government Relations ABI, menekankan pentingnya tata kelola dalam menjaga stabilitas ekosistem digital di Indonesia. 

Menurutnya, pengakuan pemerintah terhadap berbagai use case teknologi ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan arsitektur sistem keuangan nasional.

“Upaya pemerintah untuk mulai mengatur berbagai use case teknologi ini menunjukkan pengakuan atas peran blockchain dalam arsitektur sistem keuangan nasional. Dengan tata kelola yang tepat, blockchain dapat berkembang sebagai inovasi keuangan yang tetap selaras dengan stabilitas dan perlindungan konsumen,” ujar Fayza.

Sementara itu, Rifta Titania dari bagian kepatuhan (Compliance) Mobee, menegankan bahwa transparansi serta pengawasan ketat melalui protokol KYC/AML adalah kunci agar sistem ini mendapat kepercayaan publik dan institusi. 

Kepatuhan dianggap sebagai elemen vital agar blockchain dapat diterima secara luas dalam sistem keuangan nasional.

Dosen Pembimbing UGM Blockchain Club, Ir. Noor Akhmad Setiawan, Ph.D., turut mengapresiasi inisiatif ini dalam membuka cakrawala mahasiswa.

"Acara ini menggugah kesadaran mahasiswa bahwa blockchain bukan sekadar aset spekulatif, tetapi fondasi penting bagi infrastruktur keuangan masa depan. Kegiatan seperti ini mendorong generasi muda untuk memahami dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi strategis tersebut," tuturnya.

Melalui edukasi ini, Mobee berupaya memosisikan diri sebagai jembatan yang menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan ekosistem digital yang legal, transparan, serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik