Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis andrologi lulusan Universitas Airlangga, William, mengatakan pria atau suami perlu melakukan beberapa persiapan untuk mengoptimalkan kondisi sperma dalam upaya meningkatkan peluang kehamilan dalam proses inseminasi atau IUI (intra uterine insemitation).
"Mungkin bisa diinseminasi setelah kita optimalkan dulu kondisinya. Mungkin pakai obat-obatan tertentu, atau ada kondisi lainnya mungkin hormonnya enggak bagus, bisa optimalkan, kalau sudah mencapai standar syarat minimal, itu bisa kita usahakan untuk inseminasi," kata William dalam diskusi yang digelar bersama Rumah Sakit Pondok Indah Puri Indah, di Jakarta, Selasa (19/11).
William mengatakan mengoptimalkan kondisi sperma bisa dilakukan dengan memperbaiki faktor risiko seperti tekanan darah, gula darah, dan kolesterol tinggi serta memperbaiki pola hidup tidak sehat seperti banyak makan junk food atau malas bergerak.
Kondisi lain yang perlu diperbaiki adalah jika adanya gangguan hormonal, perlu distabilkan sampai batas yang bagus agar produksi sperma baik dan memperbaiki disfungsi seksual.
"Spermanya ada, tapi dia mungkin susah ereksi gimana mau penetrasi, menyalurkan spermanya itu enggak bisa," katanya.
William mengatakan dalam upaya inseminasi pihak suami juga perlu menjaga dan meningkatkan kualitas sperma agar bisa terjadi pembuahan pada indung telur.
Salah satunya adalah menjaga berat badan ideal dan melakukan olahraga ringan sampai sedang misalnya jalan santai, senam, yoga, jogging atau bersepeda.
William menyarankan untuk tidak melakukan olahraga berat atau ekstrem agar aliran darahnya lebih baik dan tidak kelelahan yang bisa menurunkan kualitas sperma.
Kesuburan pria dalam menghasilkan sperma yang baik juga tergantung dari jam tidur yang optimal, yakni 7-8 jam pada saat tidur malam.
Tidur cukup juga berpengaruh pada hormon testosteron pria untuk memproduksi pematangan sperma yang baik.
"Kalau di cowok, ini cukup penting, testosteron pada pria ada jam-jamnya, dia akan mulai diproduksi biasanya tengah malam, sekitar jam 12 malam, dan mencapai puncaknya di pagi hari pukul 6 sampai pukul 9," kata William.
William mengatakan nutrisi juga penting dalam membentuk sperma yang baik agar proses inseminasi berjalan lancar, dan banyak mengonsumsi sayur dan buah berwarna-warni.
Selain itu juga penting untuk menjaga suhu testis di antara 33-34 derajat dan tidak menggunakan celana ketat, serta memerhatikan waktu produksi sperma yang baik antara 2-3 bulan.
Pria juga perlu memberikan jeda untuk tidak mengeluarkan sperma dalam 2-3 hari sebelum proses pengambilan sperma agar kualitas yang dihasilkan baik dan berkualitas. (Ant/Z-1)
Disfungsi ereksi (DE) sering dianggap sebagai masalah yang muncul seiring bertambahnya usia. Padahal, kondisi ini bisa dialami siapa saja, termasuk pria muda.
Masih banyak pria yang menganggap bahwa perawatan kulit itu rumit dan membutuhkan banyak produk
Meski kasusnya jarang, kanker payudara pada pria tetap berbahaya dan sering kali baru diketahui saat sudah memasuki tahap lanjut.
Studi longitudinal baru yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan adanya perbedaan signifikan dalam penuaan otak antara pria dan perempuan.
Gaya hidup sehat dari calon ayah penting demi menjaga kualitas sperma yang menjadi faktor utama dalam keberhasilan pembuahan.
Journal of the American Heart Association mengungkapkan fakta mengejutkan: sindrom "patah hati" atau kardiomiopati takotsubo justru lebih mematikan bagi pria.
Perempuan memiliki respons lebih baik terhadap penggunaan sistem kesehatan digital kombinasi aplikasi kesehatan dengan monitor tekanan darah Bluetooth dibandingkan laki-laki.
Bagi perempuan, penurunan gairah seks setelah usia 50 tahun sangat berkaitan dengan fase menopause.
Keterlibatan remaja sejak awal menjadi fondasi utama Gerakan RAW termasuk dalam merumuskan nama, nilai, dan arah strategis yang mencerminkan suara dan kebutuhan mereka.
Sebanyak 12% remaja laki-laki usia 12–19 tahun merupakan perokok aktif, sementara 24% menggunakan rokok elektronik.
Memilih warna pakaian yang tidak sesuai kerap membuat tampilan kita menjadi gelap atau kusam
TIDAK sedikit laki-laki, bahkan usia muda, yang terkena masalah disfungsi ereksi. Apa saja penyebab persoalan itu?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved