Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Disfungsi ereksi (DE) sering dianggap sebagai masalah yang muncul seiring bertambahnya usia. Padahal, kondisi ini bisa dialami siapa saja, termasuk pria muda, dan penyebabnya tidak selalu berkaitan dengan faktor penuaan.
Lalu, apa saja penyebab utama disfungsi ereksi selain usia? Berikut penjelasan lengkap yang mudah dipahami.
Disfungsi ereksi adalah kondisi ketika pria kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual. Ereksi melibatkan kerja sama antara otak, hormon, saraf, pembuluh darah, dan kondisi psikologis. Karena itu, gangguan pada salah satu sistem saja dapat memicu DE.
Penyebab paling umum disfungsi ereksi adalah masalah aliran darah. Untuk mencapai ereksi, penis membutuhkan suplai darah yang optimal. Jika pembuluh darah terganggu, ereksi pun sulit terjadi.
Beberapa kondisi yang memengaruhi aliran darah antara lain:
Banyak dokter bahkan menyebut DE sebagai tanda awal penyakit jantung karena gangguan pembuluh darah biasanya muncul pertama kali pada organ kecil seperti penis.
Kesehatan mental memainkan peran besar dalam fungsi seksual pria. Otak adalah “pemicu” pertama ereksi, sehingga gangguan psikologis apa pun dapat memengaruhi kemampuan ereksi.
Faktor psikologis yang sering memicu DE meliputi:
Pada pria muda, lebih dari separuh kasus DE dipicu oleh faktor mental, bukan fisik.
Kebiasaan sehari-hari punya pengaruh besar terhadap hormon, aliran darah, dan energi tubuh. Banyak kasus DE ternyata berasal dari gaya hidup yang kurang sehat.
Beberapa pemicu dari gaya hidup antara lain:
Semua faktor ini dapat menurunkan kadar testosteron dan merusak kesehatan pembuluh darah, dua komponen penting dalam ereksi.
Tiga penyebab terbesar disfungsi ereksi adalah:
Kabar baiknya, sebagian besar penyebab ini bisa diperbaiki, terutama dengan perbaikan pola hidup, manajemen stres, dan pemeriksaan medis jika diperlukan. (MyDoctor/Z-10)
Masih banyak pria yang menganggap bahwa perawatan kulit itu rumit dan membutuhkan banyak produk
Meski kasusnya jarang, kanker payudara pada pria tetap berbahaya dan sering kali baru diketahui saat sudah memasuki tahap lanjut.
Studi longitudinal baru yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan adanya perbedaan signifikan dalam penuaan otak antara pria dan perempuan.
Gaya hidup sehat dari calon ayah penting demi menjaga kualitas sperma yang menjadi faktor utama dalam keberhasilan pembuahan.
Journal of the American Heart Association mengungkapkan fakta mengejutkan: sindrom "patah hati" atau kardiomiopati takotsubo justru lebih mematikan bagi pria.
Sebuah studi internasional menunjukkan bahwa hampir semua kasus gangguan kardiovaskular sebenarnya sudah “diperingatkan” oleh tubuh jauh sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved