Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDICAL Sexologiest Binsar Martin Sinaga menegaskan bahwa Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) galon kuat polikarbonat atau guna ulang tidak bisa menyebabkan kemandulan pada pria.
"Isu yang menyebutkan air kemasan galon kuat polikarbonat itu bisa menyebabkan kemandulan pada pria itu tidak benar sama sekali. Itu tidak ada hubungannya," kata Binsar dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (19/11).
Binsar menjelaskan sejumlah penyebab kemandulan adalah gaya hidup yang tidak sehat hingga terkena penyakit tertentu.
Faktor gaya hidup menjadi penyebab yang paling mempengaruhi penyebab kemandulan pada pria. Misalnya merokok dan mengonsumsi alkohol yang diketahui dapat merusak spermatogenesis karena bekerja pada suhu maksimal.
"Produksi spermatozoa memerlukan metabolisme yang cukup, suhu yang baik, dan situasi dimana nutrisi-nutrisi tersebut disalurkan ke testis
dengan baik. Jadi, jika pembuluh darah rusak karena rokok, liver rusak karena alkohol, itu akan mengganggu spermatogenesis, begitu juga dengan suhu panas di luar testis," ujar Binsar.
Adanya paparan panas juga mempengaruhi terjadinya kemandulan pada pria. Hal ini biasanya terjadi karena kebiasaan sering memakai celana berbahan jeans yang ketat.
Binsar melanjutkan kemandulan juga dapat mengenai perempuan, yang penyebabnya seperti sistem reproduksi yang terganggu yakni adanya gangguan hormon dan kelainan pada organ reproduksi.
"Penyebab infertilitas pada perempuan beragam, namun umumnya terjadi akibat gangguan dalam proses ovulasi atau pelepasan sel telur dari
indung telur. Saat ovulasi terganggu, sel telur tidak bisa dilepaskan sehingga sulit atau tidak bisa dibuahi oleh sperma," ungkap Binsar.
Tidak hanya itu saja, menurut Binsar, berbagai penyakit yang menyerang organ reproduksi juga bisa menyebabkan seorang perempuan menjadi mandul.
Sebelumnya, Dokter Spesialis Kandungan Boyke Dian Nugraha mengatakan, hingga kini, belum ada satu penelitian pun yang membuktikan AMDK galon kuat polikarbonat sebagai penyebab terjadinya kemandulan.
Menurut dia, penyebab utama terjadinya infertilitas pada pasangan suami istri adalah karena merokok karena adanya partikel-partikel gas yang terdapat di dalam rokok itu bisa merusak sperma pada pria dan organ reproduksi wanita.
"Merokok itu penyebab terjadinya infertilitas nomor satu bagi pasangan suami istri, yang diikuti minuman keras," ujar Boyke.
Partikel-partikel gas yang terdapat di dalam rokok menyebabkan berlebihnya produksi radikal bebas dalam sperma. Akibatnya, motilitas sperma ini berkurang karena mengalami aglutinasi.
Pada wanita, merokok juga menjadi penyebab utama terjadinya infertilitas.
Asap rokok yang dihirup dapat merusak organ reproduksi wanita, seperti serviks, indung telur, tuba falopi atau saluran indung telur.
Boyke mengatakan penyebab infertilitas lainnya adalah minuman keras, stres, infeksi, kegemukan, penyakit kelamin, dan kurang tidur atau sering begadang. (Ant/Z-1)
Ketua Umum Asosiasi Produsen Air Kemasan Nusantara (Amdatara) Karyanto Wibowo menilai tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi industri AMDK nasional.
PERUSAHAAN air minum dalam kemasan (AMDK) mesti melakukan konservasi air melalui penanaman pohon, perawatan daerah aliran sungai (DAS), dan penguatan area resapan air.
ISU mengenai kejelasan komunikasi merek air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua, yang berawal dari perdebatan di Komisi VI DPR RI, kini telah menarik perhatian para pakar komunikasi.
Air mineral dalam kemasan Aqua berkomitmen dalam menjaga lingkungan dan menghadirkan dampak positif melalui pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
PT Tirta Fresindo Jaya, produsen air minum dalam kemasan merek Le Minerale, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI pada Senin (10/11).
Jiwater memiliki misi untuk menghadirkan pengalaman hidrasi sehat dan premium, dan kolaborasi bersama Azana menjadi langkah penting.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Air Kemasan Nusantara (Amdatara) Karyanto Wibowo menilai tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi industri AMDK nasional.
Kondisi sistem penyediaan air minum (SPAM) di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dan belum merata.
Ia menjelaskan, selama ini AMDK di bawah 1 liter sama sekali tidak menimbulkan sampah plastik.
Hanif pun angkat bicara dan memberi peringatan keras. Ia meminta para pelaku usaha agar bertanggung jawab pada produksi produk dan konsumsi mereka.
GUBENUR Bali Wayan Koster menyebut belum semua produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Bali setuju dan siap menjalankan regulasi SE Nomor 9/2025.
MESKI aturan untuk mengurangi penggunaan kemasan kecil telah berlaku selama enam tahun, namun nyatanya produsen air minum dalam kemasan (AMDK) masih mengandalkan kemasan berukuran gelas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved