Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Demi Satukan Zona Waktu, Kiribati Pernah Hapus 31 Desember pada 1994

Abi Rama
07/1/2026 17:36
Demi Satukan Zona Waktu, Kiribati Pernah Hapus 31 Desember pada 1994
Kiribati Pernah Hapus 31 Desember pada 1994(Dok. Freepik)

MALAM pergantian tahun adalah momen global yang dinanti. Namun, fenomena anomali pernah terjadi di Kiribati pada penghujung 1994. Negara kepulauan di Samudra Pasifik ini secara administratif 'menghapus' tanggal 31 Desember 1994 di sebagian wilayahnya, sehingga penduduk setempat langsung melompat ke Tahun Baru 1995 tanpa melewati malam pergantian tahun.

Keputusan radikal ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Kiribati mengambil langkah tersebut untuk mengatasi kekacauan ekonomi dan administratif akibat posisi geografis negara yang terbelah oleh Garis Tanggal Internasional (International Date Line).

Negara yang Terbelah Waktu

Sebelum 1995, wilayah Kiribati terpisah secara ekstrem oleh garis waktu. Mengutip laporan IFLScience, kondisi ini menciptakan perbedaan waktu hingga 22 jam antara wilayah barat (Kepulauan Gilbert/Ibu Kota) dan wilayah timur (Kepulauan Line/Phoenix).

Dampaknya sangat mengganggu efisiensi negara. Dalam satu minggu kerja, pemerintah hanya memiliki empat hari efektif di mana seluruh kantor di kedua wilayah bisa beroperasi bersamaan. Ketika wilayah barat sudah memasuki hari Senin, wilayah timur masih tertinggal di hari Minggu. Sebaliknya, saat wilayah barat libur di hari Sabtu, wilayah timur baru menyelesaikan pekerjaan di hari Jumat.

Melompati Satu Hari

Untuk mengakhiri kekacauan tersebut, Presiden Teburoro Tito saat itu memutuskan menggeser Garis Tanggal Internasional jauh ke arah timur. Konsekuensinya, wilayah timur Kiribati harus melompati satu hari penuh untuk menyamakan kedudukan dengan wilayah barat.

Penduduk di wilayah timur Kiribati tidur pada malam tanggal 30 Desember 1994, dan ketika terbangun, kalender resmi negara menyatakan hari itu sudah 1 Januari 1995. Secara teknis, tanggal 31 Desember 1994 tidak pernah ada bagi mereka.

Dampak Global: Pemilik Fajar Pertama

Revisi zona waktu ini membawa dampak permanen dan menguntungkan. Dengan pergeseran tersebut, Kiribati, khususnya Pulau Kiritimati (Christmas Island)—kini memegang status sebagai wilayah berpenghuni pertama di muka bumi yang menyambut fajar tahun baru.

Hingga kini, Kiribati memegang rekor zona waktu paling awal di dunia, yakni UTC+14. Perubahan strategis tahun 1994 ini tidak hanya menyatukan administrasi pemerintahan, tetapi juga menempatkan Kiribati di peta pariwisata dunia sebagai destinasi utama perayaan pergantian tahun (IFLScience/TimeandDate/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik