Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Tragedi Kebakaran Bar di Swiss masih Diselidiki

Khoerun Nadif Rahmat
02/1/2026 15:16
Tragedi Kebakaran Bar di Swiss masih Diselidiki
Ilustrasi.(AFP)

SEDIKITNYA 40 orang tewas dan 115 lainnya terluka dalam kebakaran hebat di sebuah bar di Swiss saat perayaan malam Tahun Baru, dengan proses identifikasi korban diperkirakan memakan waktu berhari hari hingga berminggu minggu.

Pencarian anggota keluarga korban masih terus berlangsung sehari setelah insiden maut tersebut. Otoritas Swiss memperingatkan bahwa kondisi jenazah dan jumlah korban membuat proses identifikasi berjalan lambat.

Sebanyak 60 korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Sion, sementara korban lainnya mendapatkan perawatan di fasilitas medis berbeda. Pihak rumah sakit menyebutkan jumlah korban dalam kondisi kritis tergolong signifikan.

Presiden Swiss Guy Parmelin menyebut kebakaran ini sebagai salah satu tragedi terburuk dalam sejarah negaranya. 

"Kebakaran ini merupakan salah satu tragedi paling parah yang pernah dialami negara kami," ujarnya dikutip dari BBC.

Sejumlah saksi menduga api dipicu oleh lilin ulang tahun yang diletakkan di atas botol sampanye dan kemudian menyambar langit langit ruangan. Namun Jaksa Agung Swiss menegaskan penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan.

"Saya tidak dapat mengonfirmasi penyebab kebakaran," katanya kepada wartawan.

Penyelidik masih menelusuri asal api, meski banyak saksi menggambarkan betapa cepatnya kobaran menyebar. 

Presiden Asosiasi Penyelidik Kebakaran Inggris Richard Hagger menjelaskan fenomena yang diyakini membuat kebakaran tersebut sangat mematikan.

"Flashover pada dasarnya adalah perkembangan api yang sangat cepat di dalam sebuah ruangan. Api dan radiasi panas naik ke langit langit lalu menyebar," kata Hagger.

"Radiasi panas itu kemudian turun ke bahan lain seperti furnitur dan meja, menaikkan suhu hingga menghasilkan gas mudah terbakar. Gas itu kemudian menyala dengan sangat cepat. Dalam hitungan detik, seluruh ruangan praktis dilalap api," imbuhnya.

Kesaksian memilukan datang dari seorang pria berusia 18 tahun yang tak mau disebut namanya.

Ia mengira adik laki lakinya terjebak di dalam bar dan berusaha memecahkan jendela untuk membantu orang orang keluar, sebelum akhirnya masuk ke dalam. Adik laki lakinya dilaporkan selamat tanpa luka.

"Saya melihat orang orang terbakar. Saya menemukan orang orang terbakar dari kepala sampai kaki, tanpa pakaian lagi," tuturnya dikutip dari BBC.

"Saya pergi ke bar ini setiap hari sepanjang pekan ini. Pada hari saya tidak datang, bar itu terbakar," katanya. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya