Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Lilin dan Doa Warnai Duka Crans-Montana

Khoerun Nadif Rahmat
02/1/2026 15:29
Lilin dan Doa Warnai Duka Crans-Montana
Seorang wanita meletakkan bunga di dekat lokasi di mana kebakaran melanda sebuah bar yang ramai selama perayaan Malam Tahun Baru di kota resor ski Alpen Crans-Montana pada Kamis (1/1). Beberapa lusin orang diduga tewas dan sekitar 100 orang terluka setelah(AFP/MAXIME SCHMID)

KEHENINGAN menyelimuti Crans-Montana, Swiss, saat ratusan warga berkumpul dalam balutan cuaca dingin yang menusuk, Kamis (1/1) malam waktu setempat. 

Sambil membawa bunga dan lilin, mereka memberikan penghormatan terakhir bagi puluhan korban yang tewas dalam kebakaran dahsyat saat perayaan malam Tahun Baru.

Tragedi yang terjadi di Bar Le Constellation itu merenggut sekitar 40 nyawa dan menyebabkan lebih dari 100 orang luka-luka. 

Api melalap bangunan yang tengah dipadati pengunjung tersebut pada pukul 01.30 dini hari waktu setempat.

Dalam aksi solidaritas tersebut, para pelayat berdiri mematung memandang lokasi kejadian. Suasana terasa sangat emosional, hanya bisikan doa yang sesekali memecah keheningan di tengah isak tangis yang tertahan.

"Saya tidak berada di sana, tetapi banyak teman dan kerabat saya yang menjadi korban. Sekitar 10 orang meninggal dan lainnya di rumah sakit," ujar seorang pemuda bernama Orosstevic dikutip dari AFP.

Kesaksian memilukan juga datang dari Mathys, warga lokal yang kerap menghabiskan akhir pekan di bar tersebut. Ia mengaku beruntung karena absen saat kejadian, namun trauma tetap membekas saat ia melihat kondisi lokasi pasca-kebakaran.

"Kami mengira itu hanya kebakaran kecil, tetapi saat tiba di sana, kondisinya seperti perang. Itu adalah apokalips, sangat mengerikan," tuturnya.

Hal senada dirasakan Paulo Martins, warga Prancis yang telah lama menetap di wilayah tersebut. Anaknya hampir saja berada di dalam bar jika tidak membatalkan niatnya di menit terakhir.

Meski selamat, sang anak tetap mengalami syok berat, terlebih salah satu temannya kini harus dilarikan ke Jerman dengan luka bakar mencapai 30 persen.

Di tengah kerlip lampu Natal yang masih menghiasi kota, suasana duka begitu kontras terasa. Sejumlah bar memilih tutup sebagai bentuk penghormatan. Sebelumnya, misa khusus juga digelar di Gereja Montana-Station untuk mendoakan para korban.

"Banyak orang hadir, suasananya sangat khidmat. Ada pesan indah tentang harapan. Setidaknya, biarlah kami tetap memiliki harapan itu," ungkap Jean-Claude, salah satu jemaat gereja.

Kesedihan mendalam juga terpancar dari wajah Veronica, seorang warga lanjut usia yang telah tinggal di Crans-Montana selama 40 tahun. Sambil menyeka air mata, ia merangkum duka kolektif kota tersebut dengan singkat. 

"Rasa sakit yang dialami orang lain adalah rasa sakit kita semua," sebutnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi yang ditutup layar putih, sementara warga terus berdatangan meletakkan lilin-lilin di atas tanah yang membeku. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya