Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Tragedi Imlek di Tiongkok, Ledakan Petasan di Xiangyang Tewaskan 12 Orang

Haufan Hasyim Salengke
19/2/2026 13:20
Tragedi Imlek di Tiongkok, Ledakan Petasan di Xiangyang Tewaskan 12 Orang
Masyarakat berinteraksi dengan pemain barongsai di pameran kuil di Beijing, ibu kota Tiongkok, 17 Februari 2026. Pameran kuil dibuka di sini untuk merayakan Festival Musim Semi.(Xinhua)

PERAYAAN Tahun Baru Imlek di Provinsi Hubei, Tiongkok tengah, berubah menjadi tragedi. Sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas setelah sebuah toko yang menjual petasan meledak dan memicu kebakaran hebat pada Rabu (18/2) waktu setempat.

Laporan stasiun televisi pemerintah, CCTV, menyebutkan bahwa insiden maut tersebut terjadi di sebuah toko pengecer di Kota Xiangyang. Video yang telah diverifikasi menunjukkan kepulan asap hitam tebal keluar dari bangunan rendah dengan kondisi bagian depan toko yang hangus terbakar.

Hingga saat ini, otoritas setempat masih melakukan investigasi mendalam untuk menentukan penyebab pasti ledakan. Insiden yang melibatkan kembang api dan petasan memang bukan hal baru di Tiongkok, terutama saat periode libur panjang Imlek di mana masyarakat menggunakannya secara luas untuk tradisi mengusir roh jahat.

Kejadian ini menambah panjang daftar kecelakaan serupa. Sebelumnya pada Juni lalu, ledakan di pabrik kembang api di Provinsi Hunan juga merenggut sembilan nyawa dan melukai puluhan orang lainnya.

Kontroversi Larangan Petasan

Tragedi di Xiangyang ini diprediksi akan memperkuat desakan larangan penggunaan kembang api di sejumlah kota besar di Tiongkok. Meskipun pemerintah telah menerapkan pembatasan atas dasar keamanan dan polusi udara, langkah tersebut kerap memicu kontroversi di masyarakat.

Bagi banyak warga, petasan adalah elemen sentral dalam perayaan budaya. Namun, minimnya pengawasan pada distribusi dan penyimpanan di tingkat pengecer terus menjadi ancaman keselamatan yang nyata bagi warga sipil. (NBC/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya