Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia dari 5,5% menjadi 5,25% pada Juli 2025 adalah langkah tepat untuk menggerakkan konsumsi domestik dan investasi. Kebijakan ini dinilai penting guna mengakselerasi pemulihan ekonomi yang terus melemah sejak awal tahun.
"Pemangkasan suku bunga ini diharapkan mampu mendorong konsumsi domestik dan investasi melalui penurunan biaya dana atau bunga kredit," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (16/7).
Lebih lanjut, Josua berpandangan keputusan ini mencerminkan pergeseran arah kebijakan moneter BI dari yang sebelumnya berorientasi pada stabilitas (pro-stability) menuju pendekatan yang lebih mendukung pertumbuhan ekonomi (pro-growth). Langkah ini dinilai tepat, seiring dengan masih terjaganya inflasi dalam kisaran target dan nilai tukar rupiah yang relatif stabil bahkan cenderung menguat.
Penguatan tersebut, ungkapnya, turut ditopang oleh meredanya ketidakpastian global, khususnya setelah kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang mengurangi tekanan akibat perang dagang.
Meski demikian, kebijakan ini membawa implikasi yang perlu dicermati. Di satu sisi, pelonggaran moneter akan mendorong ekspansi kredit dan aktivitas ekonomi, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti properti, otomotif, dan UMKM.
Namun di sisi lain, penurunan suku bunga acuan berisiko mempersempit selisih imbal hasil (yield spread) antara aset domestik. Seperti, Surat Berharga Negara (SBN) dengan obligasi global, khususnya surat utang Amerika Serikat.
"Hal ini berpotensi mengurangi daya tarik portofolio asing, apalagi di tengah ketidakpastian arah kebijakan The Fed akibat kemungkinan lonjakan inflasi AS imbas tarif baru dari pemerintahan Trump," jelas Josua.
Jika inflasi AS meningkat dan mendorong perubahan arah kebijakan The Fed, maka investor asing bisa menjadi lebih berhati-hati dan melakukan rebalancing portofolio, yang pada akhirnya bisa memperlambat arus masuk modal asing ke pasar keuangan domestik.
Terkait prospek nilai tukar, Josua melihat fundamental rupiah masih cukup solid. Inflasi dalam negeri tetap rendah dan stabil, sementara cadangan devisa berada pada tingkat yang sehat.
Namun tantangan ke depan tetap ada, terutama potensi perubahan kebijakan moneter AS dalam jangka pendek hingga menengah. Hal ini bisa membatasi ruang penguatan rupiah, meskipun stabilitas diperkirakan tetap terjaga, didukung oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta sentimen positif dari kesepakatan dagang Indonesia-AS.
Senada, analis kebijakan ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani menuturkan pemangkasan suku bunga acuan BI akan memperluas likuiditas di pasar dan menjaga daya beli masyarakat tetap kuat.
"Harapannya, sektor konsumsi akan menguat dan menjadi motor penggerak untuk menjaga pertumbuhan ekonomi mencapai 5% pada kuartal ketiga 2025," ujarnya.
Ia juga memperkirakan nilai tukar rupiah akan tetap berada di kisaran Rp16.000-an, sesuai proyeksi dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2025 yang disusun pemerintah. (E-3)
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Sikap menahan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai paling rasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
IHSG Bursa Efek Indonesia 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak suku bunga acuan dan inflasi
GRUP Adani, perusahaan multinasional raksasa asal India, mengumumkan investasi sebesar US$100 miliar untuk mengembangkan pusat data AI skala yang didukung energi terbarukan pada 2035
Lanskap pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan memasuki fase baru yang lebih kompleks.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved