Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MAYORITAS investor pemula merasa kebingungan saat memulai saham apa yang dipilih, kapan membeli, bagaimana mengelola risiko, dan siapa yang bisa dipercaya untuk bertanya. Platform digital sejauh ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan itu secara sistemik.
Melihat hal itu, Indo Premier Sekuritas (Ipot) bertransformasi dari sekadar platform transaksi jual-beli produk investasi menjadi wealth creation platform yang memungkinkan investor individu, keluarga, komunitas, hingga advisor profesional menjalani perjalanan investasi secara kolaboratif, transparan, dan terstruktur.
"Transformasi ini bukan sekadar soal kemudahan transaksi. Kami ingin menciptakan sistem yang lebih inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap kebutuhan nyata para investor Indonesia," ujar Moleonoto The, Direktur Utama Indo Premier Sekuritas.
Selama dua dekade terakhir, pihaknya dikenal sebagai pionir dalam digitalisasi pasar modal. Namun, menurut Moleonoto, tantangan utama investor bukan hanya soal akses, melainkan soal bimbingan dan literasi yang tepat.
Wealth creation platform itu memungkinkan investor membuat multiakun sesuai tujuan dan profil risiko, sepertiakun agresif untuk trading dan akun konservatif untuk jangka panjang; memberikan shared access secara aman ke akun tertentu, baik untuk anggota keluarga, teman, maupun profesional; membangun investasi berbasis komunitas atau keluarga dengan transparansi dan manajemen risiko terpisah; dan memberi akses bagi advisor profesional (dengan izin khusus) untuk membantu investor dalam mengambil keputusan atau bahkan melakukan transaksi.
Contohnya, seorang investor aktif bisa memberikan akses terbatas ke pasangan atau kolega untuk membantu memantau atau mengeksekusi portofolio tertentu saat ia sedang bepergian. Dengan fitur ini, investasi dari yang eksklusif dan individualistis menjadi kolaboratif, edukatif, dan terjangkau bagi siapa pun. (Ant/I-2)
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026, dibuka melemah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah terbatas pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026).
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/3) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved