Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Indonesia terus berupaya menggaet investor asal Korea Selatan. Langkah teranyar dilakukan melalui penyelenggaraan Gwangyang Business Forum 2025 yang mengusung tema Bridging Growth: Indonesia–Korea Collaboration for Strategic Industrial Investment. Acara itu merupakan hasil kolaborasi antara Gwangyang Bay Free Economic Zone (GFEZ), dan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Seoul.
Bertempat di Jeonnam Technopark, forum tersebut dihadiri sekitar 80 peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah Indonesia, otoritas GFEZ, dan jajaran pelaku industri Korea. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Charge d’Affaires Ad Interim KBRI Seoul Ali Andika Wardhana, Minister Counsellor Bidang Ekonomi, Investasi, dan Perdagangan KBRI Seoul Marviana Sendi, Direktur IIPC Seoul Reza Mawasthama, Deputy Director ITPC Busan Agung Budhianto, Commissioner GFEZ Koo Choong-gon, dan Team Leader of Global Marketing GFEZ Yang Kwangsik.
Dalam sambutannya, Ali Andika Wardhana menyampaikan bahwa sepanjang 2020 hingga 2024, total investasi Korsel di Indonesia telah mencapai sekitar US$11,3 miliar, terutama di sektor-sektor strategis seperti industri kimia, baterai kendaraan listrik (EV), dan manufaktur bernilai tambah tinggi. Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif melalui pemberian berbagai insentif, termasuk pembebasan bea masuk untuk sektor prioritas. Salah satu contoh nyata adalah percepatan pembangunan jetty di KEK Industropolis Batang untuk mendukung operasional perusahaan Korea, KCC, yang saat ini tengah merealisasikan investasinya di kawasan tersebut.
General Manager Marketing & Sales KEK Industropolis Batang Angga Brahmana Sukma menegaskan bahwa keberhasilan investor Korea yang telah lebih dulu beroperasi di Batang menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.
“Kesuksesan investor Korea saat ini yang ada di Batang adalah bukti kesiapan nyata pemerintah Indonesia dalam mendukung perkembangan global. Semua dukungan pemerintah ini juga dalam rangka competitive price, supaya investor efisien dalam investasi maupun operasional,” jelasnya.
Sementara itu, pihak GFEZ juga menyampaikan ketertarikannya untuk memperluas kolaborasi dengan Indonesia. Koo Choong-gon menyampaikan bahwa kawasan GFEZ melihat potensi besar kerja sama di sektor logam, petrokimia, dan energi. Hal ini turut diperkuat oleh paparan Yang Kwangsik, yang menyoroti keunggulan GFEZ sebagai pusat industri dengan dukunga infrastruktur kelas dunia dan insentif investasi yang menarik.
Forum ini juga membuka peluang investasi baru dari sejumlah perusahaan Korea. Di antaranya adalah Yuseong Plant & Bending, perusahaan pemrosesan logam yang berencana membangun fasilitas produksi di KEK Industropolis Batang dengan estimasi kebutuhan lahan sebesar 2 hingga 3 hektare dan target produksi pada 2027. Selain itu, brand kuliner 1988 Pocha id yang mengusung konsep Korean Street Food turut menjajaki peluang ekspansi ke Indonesia. Sebagai tindak lanjut, delegasi dari sektor pemrosesan logam dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada medio Agustus 2025.
Melalui forum ini, KEK Industropolis Batang kembali menegaskan komitmennya sebagai kawasan industri yang Smart, Green, and Sustainable. Dengan dukungan nyata dari pemerintah pusat dan daerah, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur strategis, kawasan ini siap menjadi mitra utama investor Korea dan pusat pertumbuhan industri masa depan yang efisien, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan. (E-3)
Sebuah instalasi seni interaktif dibangun untuk menerjemahkan filosofi investasi Sucor AM ke dalam pendekatan yang strategis dan mudah dipahami.
Kawasan timur Jakarta terus menguat sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi regional. Kabupaten Bekasi mencatat realisasi investasi mencapai Rp61,8 triliun.
Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2. Pemerintah klaim ekonomi dan fiskal tetap kuat, defisit terjaga, Danantara dan MBG jadi tumpuan investasi.
Banyaknya peraturan yang tumpang tindih, proses perizinan yang berlapis, serta perubahan kebijakan yang terlalu sering telah menjadi penghambat nyata bagi investasi di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Danantara Indonesia untuk menjelaskan kepastian arah kebijakan fiskal Indonesia kepada Moody's.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi memulai groundbreaking proyek hilirisasi fase I.
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Dua rising star generasi muda, Shin Eun Soo dan Yu Seon Ho, dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara.
Operasi bedah estetika kini jadi gaya hidup modern. Sejumlah aktris Indonesia memilih Korea untuk tampil lebih segar dan percaya diri.
Sebagai tuan rumah, Indonesia tampil apik sejak menit awal, yang langsung membuahkan gol yang dicetak Mochammad Iqbal.
Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan kenaikan tarif impor untuk barang-barang Korea Selatan, termasuk otomotif dan farmasi, setelah kesepakatan dagang dinilai gagal.
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved