Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Pidato dari para pejabat bank sentral AS The Fed, yaitu Christoper Waller dan Michelle Bowman, menggambarkan kemungkinan masih akan ditahannya tingkat suku bunga bank sentral AS The Fed yaitu Fed Rate.
Waller membuat pidato dengan judul, Something Appears to Be Giving. Dalam pidato tersebut dia mengatakan kebijakan The Fed saat ini sudah berada di posisi yang tepat untuk memperlambat perekonomian dan mengembalikan inflasi kepada target The Fed, yaitu 2%.
"Dalam beberapa minggu terakhir, ada sesuatu yang memberikan sebuah tanda dimana hal itu terjadi, yaitu laju pertumbuhan ekonomi," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Rabu (29/11).
Data bulan Oktober menunjukkan adanya pelonggaran dalam aktivitas perekonomian. Data terbaru menunjukkan inflasi bergerak ke arah yang benar pada bulan Oktober, meski penurunan inflasi terjadi secara bertahap.
Meksipun tanda-tanda aktivitas ekonomi melambat pada kuartal IV 2023, namun inflasi masih terlalu tinggi dan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah perlambatan ekonomi masih akan berlanjut atau tidak.
Waller semakin yakin, kebijakan yang saat ini akan mampu memperlambat perekonomian dan mengembalikan kepada target inflasi AS sebesar 2%.
"Data ekonomi yang akan muncul dalam beberapa bulan berikutnya akan menjawab apakah langkah rapat dewan gubernur bank sentral AS (FOMC) telah cukup untuk mencapai stabilitas harga," kata Nico.
Waller juga menantikan data pertumbuhan ekonomi AS kuartal III-2023, yang juga dinantikan oleh pelaku pasar dan investor. Menurutnya pertumbuhan ekonomi akan tumbuh dengan kecepatan yang tinggi.
Pertumbuhan belanja konsumen akan menyumbang sebagian besar data PDB AS nanti. Pasar tenaga kerja juga mulai mendingin. Penciptaan lapangan kerja tahun ini turun dibandingkan dengan angka tertinggi pada 2022.
Tingkat pengangguran Amerika juga telah turun menuju ke angka terendah dalam 50 tahun terakhir sebesar 3,4% pada bulan April, dan 3,9% pada bulan Oktober.
Rasio lowongan pekerjaan terhadap jumlah orang yang mencari pekerjaan juga mengalami penurunan. Pendapatan rata-rata pegawai Amerika per jam juga melambat dari sebelumnya 5% pada tahun lalu menjadi 4,1% pada bulan Oktober 2023.
"Kesimpulan sementara, pasar tenaga kerja masih akan cukup ketat, namun pasar masih akan moderat hingga inflasi AS bergerak menuju 2%," kata Nico.
Sejauh ini Waller mengatakan data inflasi AS terlihat menggembirakan meski belum cukup bukti apakah penurunan inflasi masih akan berlanjut atau tidak. Ada dua data penting yang akan muncul sebelum pertemuan The Fed pada bulan Desember 2023, yaitu inflasi dan lowongan pekerjaan untuk bulan November.
"Dari sana kita bisa mengukur apakah inflasi masih berada di jalur menuju 2% atau tidak," kata Nico.
Waller terlihat lebih optimistis, agak berbeda dengan Michelle Bowman yang mengatakan kenaikan tingkat suku bunga masih diperlukan untuk mengembalikan inflasi kepada targetnya, meksi kenaikan tingkat suku bunga berdasarkan data yang masuk.
Namun Bowman mendukung untuk kenaikan tingkat suku bunga berikutnya, apabila inflasi berada di posisi yang stagnan.
Sejauh ini para pejabat The Fed lainnya juga berpendapat lebih nyaman untuk mempertahankan tingkat suku bunga untuk saat ini pada pertemuan bulan Desember, meski data yang masuk akan tetap menjadi perhatian.
Hal ini telah membuat pelaku pasar dan investor tampaknya semakin optimistis, bahwa kenaikan tingkat suku bunga pada bulan Desember tidak akan terjadi.
Hal ini tercermin dari indeks Dow Jones yang ditutup +0,24%, S&P 500 +0,10%. Begitu juga dengan imbal hasil US Treasury tenor 10 years yang turun menjadi 4,33%.
"Peluang ditahannya tingkat suku bunga Fed Rate pada bulan Desember terlihat sangat besar. Apabila ini terjadi, kami yakin potensi kenaikan pasar saham dan obligasi semakin terlihat pada penghujung tahun 2023," kata Nico. (Try)
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved