Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
Neraca perdagangan Indonesia kuartal III 2022 tercatat surplus US$14,9 miliar. Ini dapat meredam capital outflow akibat penaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.
PERKEMBANGAN ekonomi dunia yang sangat volatile akhir-akhir ini telah menjadi perhatian para pengambil kebijakan.
Suku bunga acuan Bank Indonesia naik menjadi 4,75 persen, memiliki konsekuensi serius terhadap masyarakat bawah dalam membeli rumah secara kredit.
Sebab, kebijakan bank sentral itu akan diikuti oleh penaikan suku bunga kredit perbankan.
Rapat Dewan Gubernur BI juga memutuskan penaikan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing sebesar 50 basis poin menjadi 4,00% dan 5,50%.
Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan BI 7-Days Reverser Repo Rate (BI7DRR) di kisaran 25 hingga 50 basis poin.
LPEM UI Usulkan BI perlu kembali menaikkan suku bunga acuan pada Oktober 2022 ini, sebagai langkah preventif mengantisipasi potensi aliran modal keluar akibat kenaikan suku bunga The Fed
PRESIDEN Joko Widodo menyebut kebijakan penaikan suku bunga acuan oleh bank sentral tidak akan manjur mengatasi masalah lonjakan inflasi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (28/9) sore ditutup melemah.
Pergerakan aset kripto terlihat terpengaruh oleh market saham AS yang berkinerja buruk. Hal itu mengindikasikan investor sedang menghindari investasi aset berisiko.
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (26/9) sore ditutup turun seiring penaikan suku bunga yang agresif oleh bank sentral global.
Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyampaikan, langkah BI untuk menaikan tingkat suku bunga acuan kali ini dinilai relevan.
HAL yang perlu diperhatikan setelah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia ialah dampaknya pada perekonomian.
Penaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 4,25% tidak akan serta merta diikuti oleh kenaikan suku bunga perbankan.
Penyesuaian secara bertahap GWM rupiah sejak 1 Maret sampai 15 September 2022, telah menyerap likuiditas perbankan sekitar Rp269,3 triliun.
Selanjutnya, BI akan melanjutkan penjualan atau pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder (operation twist) untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah.
Kenaikan suku bunga acuan sebagai langkah front loaded, pre-emptive dan forward looking, untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran.
BANK Indonesia (BI) dinilai perlu kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4%. Ini diperlukan untuk menjaga ekspektasi dan mengendalikan inflasi
KURS dolar AS melonjak ke level tertinggi baru dua dekade terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya dan saham jatuh pada Kamis pagi, setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan.
Hal itu menurutnya potensial dilakukan bank sentral sejalan dengan tujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved