Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengaku waswas dengan biaya produksi pascapenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. Sebab, kebijakan bank sentral itu akan diikuti oleh penaikan suku bunga kredit perbankan.
Hal itu dikemukakan oleh Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorinny saat ditanyakan pendapat perihal kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 4,75% melalui saluran telepon, Kamis (20/10).
Dia mengatakan, masih banyak UMKM yang belum menikmati fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tergolong kebal dari kebijakan BI. Hal ini menurutnya akan memberatkan dan mempengaruhi keberlangsungan usaha pelaku UMKM.
Belum lagi, banyak pula unit UMKM yang juga berbisnis dengan unit usaha skala besar. Penaikan suku bunga BI yang akan memicu peningkatan suku bunga kredit, kata Hermawati, pasti akan mempengaruhi ongkos produksi UMKM.
"Kalau pengusaha-pengusaha besar dia (memiliki produk) berkaitan dengan bahan yang dbutuhkan dengan UMKM, pasti dampaknya juga ada. Kenaikan biaya produksi berpengaruh, lalu juga berpangruh ke transportasi juga," kata dia.
Kekhawatiran lain yang timbul dari kebijakan BI itu ialah kecenderungan masyarakat untuk membatasi konsumsi. Pasalnya, barang yang dibeli dari UMKM berpotensi akan mengalami kenaikan harga.
Alhasil, selain beban biaya produksi atau usaha yang meningkat, pendapatan UMKM juga diperkirakan bakal berkurang. "Dengan daya beli yang turun, otomatis market dari produk UMKM berkurang dan itu akan berpengaruh pada pendapatan UMKM," jelas Hermawati.
Namun dia mengaku, tak banyak yang bisa dilakukan dalam menghadapi keputusan otoritas moneter itu. Sebagai tulang punggung perekonomian negara, kata Hermawati, pelaku UMKM tetap harus bisa beradaptasi dan kreatif menyikapi perkembangan yang ada.
UMKM yang adaptif, kreatif, dan inovatif juga dinilai menjadi penting oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero yang dihubungi secara terpisah. Tak ada cara lain, menurutnya, untuk menghadapi dinamika kebijakan yang dilakukan pemerintah dan otoritas terkait selain ketiga hal itu.
Menurut Edy, apa yang diputuskan oleh BI maupun pemerintah saat ini juga tak serta merta dilakukan karena hanya memiliki kewenangan itu, melainkan karena tuntutan untuk menyelamatkan perekonomian dari krisis global yang saat ini terjadi.
"Kita harus berangkat dari hulunya. Apakah kita ingin mengikuti arus perlemahan, atau kita ambil langkah preventif agar kondisi global itu tidak terlalu masuk merembes ke ekonomi nasional? Jadi kenaikan suku bunga BI itu adalah bagian dari upaya menjaga inflasi dalam negeri," jelasnya.
Dia juga menyatakan, penaikan suku bunga kredit perbankan juga tak dapat dihindari akibat kebijakan suku bunga bank sentral. Namun hal itu dinilai tak akan menyurutkan pelaku UMKM untuk tetap menjalankan bisnisnya.
"Kami di Akumindo menyatakan harus siap menanggung apa pun, termasuk kenaikan bunga kredit ke depan, kita harus mampu, karena kita harus tetap memutar roda perekonomian," tuturnya.
Namun dia juga meminta pemerintah turut membantu pengorbanan yang telah dilakukan UMKM. Pemberian kredit modal kerja dengan biaya murah menurut Edy menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan pengambil kebijakan.
Dengan begitu, kata dia, beban perekonomian dapat benar-benar ditanggung bersama oleh semua pihak. "Kami mungkin bisa memangkas profit, kami mau berkorban. Tapi kami harap agar pemangku kepentingan tetap mendukung keberlangsungan usaha kami. Itu tetap mesti ada. Ada rencana, ada program, tapi realisasi terhadap program itu yang kurang," jelas Edy. (OL-8)
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Bank BPD Bali I.
Pemerintah menegaskan terus mendorong pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama meningkatkan daya saing UMKM.
Kemenko PM kembali menggelar Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 pada 6–8 Maret di GBK Senayan, Jakarta.
mendukung gagasan agar Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dikembangkan dan dikuatkan untuk menghidupkan perekonomian rakyat yang riil.
Konsisten memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja positif melalui pertumbuhan kredit yang solid.
PULUHAN pelaku usaha kecil mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif dalam Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved