Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MATA uang Amerika Serikat, dolar AS bertahan di level yang lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah risalah dari The Fed tidak memberikan kejutan.
Hal ini menunjukkan bahwa inflasi global telah mencapai dan tetap tinggi untuk periode yang lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan bahwa keputusan penaikan suku bunga acuan (BI7DRR), lebih terukur sebagai langkah lanjutan secara front loaded, pre-emptive dan forward looking.
Salah satu alasan yang membuat BI tak akan agresif ialah eratnya kerja sama antara kebijakan fiskal dan moneter yang terjalin di Indonesia.
Ekonom Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan kembali menaikkan suku bunga acuan pada bulan ini sekitar 25-50 bps menjadi 5,5%-5,75%.
Ketika pemerintah mampu menurunkan inflasi, maka Bank Indonesia diprediksi tidak akan terlalu agresif untuk menaikkan suku bunga acuan.
Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa penyaluran kredit baru oleh perbankan pada November 2022 terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Pemerintah menurunkan tingkat suku bunga KUR Super Mikro menjadi 3%, demi menghadapi risiko stagflasi dan wujud keberpihakan pada pekerja yang terkena PHK.
HARGA minyak anjlok lebih dari tiga persen pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (18/11/2022), tertekan oleh kekhawatiran kenaikan suku bunga AS
Selain bunga acuan, bank sentral turut menaikkan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing sebesar 50 bps menjadi 4,5 persen dan 6 persen.
Produk tersebut adalah Sukuk Tabungan seri ST009, yang mulai dipasarkan sejak tanggal 11 November 2022 lalu.
Faktor pertama ialah inflasi masih jauh di atas kisaran target BI, yaitu tercatat sebesar 5,95% secara tahunan (yoy) pada Oktober 2022.
Bank Indonesia selaku otoritas moneter mesti cermat dalam mengambil kebijakan suku bunga acuan.
Neraca perdagangan Indonesia kuartal III 2022 tercatat surplus US$14,9 miliar. Ini dapat meredam capital outflow akibat penaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.
PERKEMBANGAN ekonomi dunia yang sangat volatile akhir-akhir ini telah menjadi perhatian para pengambil kebijakan.
Suku bunga acuan Bank Indonesia naik menjadi 4,75 persen, memiliki konsekuensi serius terhadap masyarakat bawah dalam membeli rumah secara kredit.
Sebab, kebijakan bank sentral itu akan diikuti oleh penaikan suku bunga kredit perbankan.
Rapat Dewan Gubernur BI juga memutuskan penaikan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing sebesar 50 basis poin menjadi 4,00% dan 5,50%.
Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan BI 7-Days Reverser Repo Rate (BI7DRR) di kisaran 25 hingga 50 basis poin.
LPEM UI Usulkan BI perlu kembali menaikkan suku bunga acuan pada Oktober 2022 ini, sebagai langkah preventif mengantisipasi potensi aliran modal keluar akibat kenaikan suku bunga The Fed
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved