Jumat 18 November 2022, 06:05 WIB

Harga Minyak Turun Tajam Lebih dari 3 Persen

Muhammad Fauzi | Ekonomi
Harga Minyak Turun Tajam Lebih dari 3 Persen

dok.Ant
Ilustrasi harga minyak mentah dunia turun

 

HARGA minyak anjlok lebih dari tiga persen pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (18/11/2022), tertekan oleh kekhawatiran kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif dan meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di China menambah kekhawatiran permintaan di importir minyak mentah terbesar dunia itu.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari terpuruk 3,08 dolar AS atau 3,3 persen, menjadi menetap di 89,78 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, setelah merosot 1,1 persen sehari sebelumnya.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) tergelincir 3,95 dolar AS atau 4,6 persen, menjadi ditutup pada 81,64 dolar AS per barel New York Mercantile Exchange, setelah jatuh 1,5 persen pada Rabu (16/11/2022).

"Ini semacam pukulan tiga kali lipat. Kami memiliki kasus COVID-19 yang meningkat di China, suku bunga terus meningkat di sini di AS dan sekarang kami memiliki pelemahan teknis di pasar," kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.

Presiden Federal Reserve St. Louis, James Bullard mengatakan aturan kebijakan moneter dasar akan mengharuskan suku bunga naik setidaknya ke sekitar 5,0 persen, sementara asumsi yang lebih ketat akan merekomendasikan suku bunga di atas 7,0 persen.

Dolar AS juga naik karena investor mencerna data ekonomi AS. Dolar yang lebih kuat membuat minyak berdenominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

China melaporkan peningkatan infeksi COVID-19 setiap hari dan kilang-kilang China telah diminta mengurangi volume minyak mentah Saudi pada Desember, Reuters melaporkan, sementara juga memperlambat pembelian minyak mentah Rusia.

Meskipun beban kasus COVID-19 di China lebih kecil daripada negara lain, importir minyak mentah terbesar di dunia ini mempertahankan kebijakan ketat untuk meredam wabah awal, mengurangi permintaan bahan bakar.

Pada indikator teknis, kontrak berjangka bulan depan AS turun di bawah rata-rata pergerakan 50 hari, memicu likuidasi oleh para dana, kata Kissler, menambahkan dia memperkirakan tekanan akan berlanjut awal minggu depan.

"Pasar benar-benar terperangkap dalam potensi kehancuran permintaan yang serius, dan kami pasti melihat perubahan mood ke sisi negatifnya," kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures.

Polandia dan NATO pada Rabu (16/11/2022) mengatakan sebuah rudal yang jatuh di dalam negara itu mungkin ditembakkan oleh pertahanan udara Ukraina dan bukan serangan Rusia, meredakan kekhawatiran perang Rusia-Ukraina dapat meluas.

"Syukurlah, ketakutan itu telah mereda dan situasi menurun, yang membuat keuntungan minyak hilang," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA. "China tetap menjadi risiko penurunan minyak dalam waktu dekat."

Minyak mendapat dukungan dari angka resmi yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun lebih besar dari perkiraan 5 juta barel dalam pekan terakhir.

Pasokan juga mengetat pada November karena OPEC dan sekutunya, yang dikenal secara kolektif sebagai OPEC+, menerapkan kontrol produksi terbaru mereka untuk mendukung pasar. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Lapangan Gas MDA di Selat Madura Mulai Beroperasi

Baca Juga

Dok.Ist

Biaya MedisTerus Meningkat, BCA Life Luncurkan BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 22:05 WIB
Peningkatan biaya medis mencapai 3,5% pada tahun 2020 dan 8,8% pada tahun 2021. Diperkirakan pada tahun 2022 biaya medis akan kembali...
Ist

Sambut Akhir Tahun, PNM Gelar Innovation Festival 2022 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 21:41 WIB
I-Fest 2022 hadir untuk memberikan tantangan bagi insan PNM yang  memiliki ide dan dapat menawarkan inovasi sesuai portofolio bisnis...
MI/Palce Amalo

Nataru, Penumpang Kapal Penyeberangan Diprediksi Tembus 2 Juta Orang

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 07 Desember 2022, 21:18 WIB
Jumlah tersebut rata-rata naik sebesar 7% dibandingkan dari realisasi Nataru 2021 yang sebesar 1.873.379...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya