Kamis 05 Januari 2023, 06:27 WIB

Dolar AS Kembali Turun akibat Risalah The Fed tak Sesuai Harapan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Dolar AS Kembali Turun akibat Risalah The Fed tak Sesuai Harapan

dok.ant
Ilustrasi

 

MATA uang Amerika Serikat, dolar AS bertahan di level yang lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah risalah dari pertemuan Federal Reserve Desember tidak memberikan kejutan atau informasi baru tentang ukuran kenaikan suku bunga yang diperkirakan pada Februari.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin bulan lalu dan pejabat Fed sepakat bahwa laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat akan memungkinkan mereka untuk terus meningkatkan biaya kredit guna mengendalikan inflasi secara bertahap yang dimaksudkan untuk membatasi risiko pertumbuhan ekonomi.

Risalah tersebut juga menjelaskan bahwa keputusan untuk menaikkan suku bunga yang lebih kecil tidak boleh ditafsirkan oleh investor atau masyarakat luas sebagai pelemahan komitmen bank sentral untuk membawa inflasi kembali ke target 2,0 persen.

“Menurut saya risalah tersebut tidak menawarkan informasi baru yang signifikan,” kata Brian Daingerfield, kepala strategi valas G10 di NatWest Markets di Stamford, Connecticut. Prospek hawkish The Fed ditangkap oleh revisi yang lebih tinggi dalam ekspektasi rata-rata suku bunga untuk 2023 pada pertemuan Desember dan "tercermin dengan baik dalam konferensi pers dan prakiraan serta pernyataan pada saat itu."

Risalah juga tidak banyak mengubah ekspektasi untuk pertemuan Februari Fed. Pedagang berjangka dana Fed memperkirakan kemungkinan 67 persen bahwa bank sentral AS akan terus memperlambat laju kenaikan suku bunga pada Februari menjadi 25 basis poin. Kenaikan 50 basis poin pada Desember mengikuti empat kenaikan 75 basis poin berturut-turut.

“Tidak ada petunjuk jelas yang akan saya katakan bahwa Fed condong ke arah pelambatan lebih lanjut atau condong ke arah mempertahankan basis baru pergerakan 50 basis poin yang mereka lakukan pada Desember. Saya pikir itulah alasan utama mengapa kami belum melihat reaksi yang besar,” kata Daingerfield.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya terakhir turun 0,47 persen pada 104,22, setelah mencapai tertinggi dua minggu 104,86 pada Selasa (3/1/2023).

Pasar pekerjaan yang masih solid dipandang memberi ruang bagi Fed untuk melanjutkan kenaikan suku bunga ketika berjuang untuk menurunkan tekanan harga-harga.

Laporan ketenagakerjaan Desember yang akan dirilis pada Jumat (6/1/2023) adalah fokus ekonomi utama AS minggu ini dan diperkirakan akan menunjukkan bahwa pemberi kerja menambahkan 200.000 pekerjaan di bulan tersebut, sementara penghasilan per jam rata-rata diperkirakan telah meningkat 0,4 persen di Desember untuk peningkatan tahunan sebesar 5,0 persen.

Data pada Rabu (4/1/2022) menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan AS turun kurang dari yang diharapkan pada November karena pasar tenaga kerja tetap ketat.

Ada juga berita menggembirakan dalam pertarungan inflasi, dengan survei dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan ukuran harga yang dibayarkan oleh produsen untuk input turun pada Desember ke level terendah sejak Februari 2016, mengabaikan penurunan di awal pandemi COVID -19.

Optimisme untuk stimulus lebih lanjut di China karena dibuka kembali dari penutupan COVID-19 meningkatkan sentimen risiko pada Rabu (4/1/2023) pagi, mengurangi permintaan dolar AS.

Mata uang Australia juga melonjak 1,66 persen menjadi 0,6839 dolar AS setelah perencana negara China mengizinkan tiga utilitas yang didukung pemerintah pusat dan pembuat baja utamanya untuk melanjutkan impor batu bara dari Australia, langkah pertama sejak Beijing memberlakukan larangan tidak resmi perdagangan batu bara dengan Canberra pada 2020.

Euro naik di tengah optimisme bahwa inflasi mungkin telah mencapai puncaknya di wilayah tersebut setelah data menunjukkan bahwa tekanan harga konsumen Prancis berkurang lebih dari yang diperkirakan pada Desember. Itu meningkatkan harapan bahwa Bank Sentral Eropa dapat mengadopsi kebijakan yang tidak terlalu hawkish, yang pada gilirannya akan mendukung ekonomi lebih kuat.

Mata uang tunggal terakhir naik 0,54 persen pada 1,0605 dolar. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Suryanesia Dapat Suntikan Dana Rp31 Miliar untuk dorong Percepatan Pemanfaatan Tenaga Surya

Baca Juga

Ist/DPR

Komisi VI DPR Apresiasi Pengembangan Jargas Pertamina

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 11:37 WIB
Kinerja positif perusahaan plat merah tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan pada tahun 2023 sehingga Pertamina dapat terus...
Ist/DPR

Penggunaan PMN dalam Penyelesaian Kasus Jiwasraya, Rieke Sebut Tidak 'Fair'

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 11:30 WIB
Rieke Diah Pitaloka menegaskan tidak fair jika penyelesaian kasus Jiwasraya diselesaikan menggunakan Penyertaan Modal Negara...
Youtube Sekretariat Presiden

Presiden: Tahun yang Gelap tidak Terjadi

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 01 Februari 2023, 11:28 WIB
"Tadi pagi, saya mendapat informasi bahwa tekanan global terhadap ekonomi kita sudah mereda. Apa yang dulu kita bayang-bayangkan, kita...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya