Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
HAL yang perlu diperhatikan setelah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia ialah dampaknya pada perekonomian. Pasalnya, besar kemungkinan pengetatan kebijakan moneter dapat menjadi disinsentif bagi perekonomian.
Itu karena di saat yang sama pemerintah selaku otoritas fiskal juga secara bertahap menarik stimulus kepada dunia usaha. Hasilnya, biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh pelaku usaha akan menjadi lebih tinggi dan mendorong menurunnya permintaan.
"Seharusnya pemerintah lebih fokus dengan pemberian insentif agar terjadi pengurangan biaya-biaya dan kemudahan produksi sehingga efek inflasinya tetap bisa terjaga," kata Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani melalui keterangannya, Jumat (23/9).
Hal tersebut dapat dilakukan melalui, misalnya, kebijakan relaksasi kredit untuk dunia usaha yang kembali diperpanjang untuk bisa mengendalikan inflasi. Dengan pola pembiayaan yang lebih terukur dan managable, dunia usaha akan mempunyai fleksibilitas.
Ajib menambahkan, stimulus dari pemerintah tetap diperlukan lantaran kebijakan moneter yang ketat berpotensi mengeringkan likuiditas. Akibatnya, penurunan daya beli bakal terjadi dan berakibat pada melambatnya pertumbuhan ekonomi.
Meski pemerintah telah menambah bantuan sosial agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Namun langkah tersebut hanya bersifat sementara dan jangka pendek.
Karenanya, pemerintah, kata Ajib, harus bisa memitigasi dua kemungkinan yang bakal terjadi pascapenaikan suku bunga acuan BI. "Yaitu potensi pertumbuhan ekonomi yang akan jadi terkoreksi dan inflasi yang tetap merangkak naik," tuturnya.
"Yang bahaya adalah ketika inflasi terjadi di atas pertumbuhan ekonomi. Karena ketika kondisi tingkat inflasi di atas pertumbuhan ekonomi terjadi, maka secara substantif kesejahteraan masyarakat akan turun dan ter-korban-kan," pungkas Ajib. (OL-13)
Baca Juga: Sikapi The Fed, BI Perlu Naikkan Lagi Tingkat Suku Bunga Acuan
BI bersama perbankan membuka 359 titik layanan penukaran di 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat, termasuk 285 loket perbankan.
Bank Indonesia siapkan strategi atasi credit gap perbankan lewat insentif KLM Rp427,5 triliun dan penurunan BI-Rate untuk dorong kredit menganggur Rp2.506 T.
KANTOR Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah menyiapkan uang kartal sebesar Rp2,86 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melakukan penukaran uang menjelang Lebaran 2026.
Penukaran uang baru BI 2026 tidak dapat diwakilkan. Simak syarat terbaru, jadwal periode 2, dan cara daftar di aplikasi PINTAR BI agar tidak kehabisan kuota.
Cek jadwal terbaru penukaran uang baru Jakarta 2026 via PINTAR BI. Lokasi di GBK Senayan, batas maksimal Rp5,3 juta. Daftar sebelum kuota habis!
Ingin sukses lakukan penukaran uang baru? Simak bocoran waktu terbaik buka PINTAR BI dan tips menembus antrean agar tidak terjebak System Busy atau waiting room PINTAR BI hari ini.
Dengan tarif 0%, risiko kontraksi permintaan akibat kenaikan biaya dapat ditekan sehingga utilisasi kapasitas produksi dan perencanaan investasi menjadi lebih terjaga.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyebut tantangan pertumbuhan ekonomi muncul dari sisi global maupun domestik.
ASOSIASI Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mendukung penguatan konsumsi domestik dan stabilitas ekonomi nasional melalui pelaksanaan program Friday Mubarak 2026.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan 22 pengusaha besar anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Rabu (11/2) di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan soal pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Apindo dan lima konglomerat.
Menurut Shinta, dunia usaha melihat langkah Moody’s bukan hanya sebagai cerminan melemahnya fundamental ekonomi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved