Jumat 23 September 2022, 11:45 WIB

Penaikan Suku Bunga Berpotensi Jadi Disinsentif bagi Perekonomian

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Penaikan Suku Bunga Berpotensi Jadi Disinsentif bagi Perekonomian

dok.Ant
Ilustrasi: Petugas menyusun tumpukan uang di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

 

HAL yang perlu diperhatikan setelah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia ialah dampaknya pada perekonomian. Pasalnya, besar kemungkinan pengetatan kebijakan moneter dapat menjadi disinsentif bagi perekonomian.

Itu karena di saat yang sama pemerintah selaku otoritas fiskal juga secara bertahap menarik stimulus kepada dunia usaha. Hasilnya, biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh pelaku usaha akan menjadi lebih tinggi dan mendorong menurunnya permintaan.

"Seharusnya pemerintah lebih fokus dengan pemberian insentif agar terjadi pengurangan biaya-biaya dan kemudahan produksi sehingga efek inflasinya tetap bisa terjaga," kata Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani melalui keterangannya, Jumat (23/9).

Hal tersebut dapat dilakukan melalui, misalnya, kebijakan relaksasi kredit untuk dunia usaha yang kembali diperpanjang untuk bisa mengendalikan inflasi. Dengan pola pembiayaan yang lebih terukur dan managable, dunia usaha akan mempunyai fleksibilitas.

Ajib menambahkan, stimulus dari pemerintah tetap diperlukan lantaran kebijakan moneter yang ketat berpotensi mengeringkan likuiditas. Akibatnya, penurunan daya beli bakal terjadi dan berakibat pada melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Meski pemerintah telah menambah bantuan sosial agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Namun langkah tersebut hanya bersifat sementara dan jangka pendek.

Karenanya, pemerintah, kata Ajib, harus bisa memitigasi dua kemungkinan yang bakal terjadi pascapenaikan suku bunga acuan BI. "Yaitu potensi pertumbuhan ekonomi yang akan jadi terkoreksi dan inflasi yang tetap merangkak naik," tuturnya.

"Yang bahaya adalah ketika inflasi terjadi di atas pertumbuhan ekonomi. Karena ketika kondisi tingkat inflasi di atas pertumbuhan ekonomi terjadi, maka secara substantif kesejahteraan masyarakat akan turun dan ter-korban-kan," pungkas Ajib. (OL-13)

Baca Juga: Sikapi The Fed, BI Perlu Naikkan Lagi Tingkat Suku Bunga Acuan

Baca Juga

Antara

PLN Gandeng Jepang dan Tiongkok Kembangkan Teknologi Rendah Karbon

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 26 September 2022, 23:18 WIB
PT PLN (Persero) menggandeng Jepang dan Tiongkok untuk mendorong potensi energi baru terbarukan...
Ist

HUT ke-23, Erha Gelar Pameran dan Diskon Serentak di 11 Lokasi

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 23:08 WIB
Inovasi teknologi perawatan kulit yang ditawarkan Erha Ultimate sudah semakin maju bersamaan dengan kebutuhan konsumen yang...
Antara

PLN Pasok Listrik ke Pulau yang Berbatasan dengan Australia

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 26 September 2022, 22:41 WIB
PT PLN (Persero) menghadirkan listrik di Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Pulau Rote, Nusa Tenggara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya