Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BPPTKG menyebutkan awan panas letusan Gunung Merapi yang terekam di seismogram pada pukul 16.13 WIB memiliki durasi 270 detik dengan amplitudo 75 mm.
Kegiatan pemadaman kebakaran, katanya, dimulai pukul 7.30 WIB. Adapun personel yang melakukan pemadaman berjumlah 700-an orang.
Letusan tersebut mengakibatkan hujan abu tipis yang terpantau dari sisi barat Dusun Tunggularum, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadi guguran awan panas erupsi Gunung Merapi pada hari ini, Rabu (14/8) pukul 04.52 WIB.
Berdasarkan pengamatan pada Kamis (8/8) pukul 12:00-18.00 WIB, BPPTKG mencatat dua kali gempa guguran dengan amplitudo 13-14 mm selama 61,8-69,7 detik.
BPPTKG juga mencatat 11 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-65 mm selama 16.04-90.34 detik dan dua gempa hybrid dengan amplitudo 2-6 mm dan durasi 8.92-12 detik.
MERAPI belum tidur. Kenyataan itulah yang membuat warga di sekitar gunung itu harus senantiasa waspada.
Guguran lava yang terpantau melalui kamera pengawas (CCTV) pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB itu mengarah ke hulu Kali Gendol.
BPPTKG merekomendasikan area dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar tidak ada aktivitas manusia.
Terjadi 11 kali guguran lava dari puncak kawah Gunung Merapi yang mengarah ke hulu Sungai Gendol di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain kelaikan kendaraan, penumpang dan pengemudi jim wisata ini diwajibkan mengenakan helm pengaman serta sabuk keselamatan (safety belt).
Guguran lava yang terpantau melalui CCTV mulai pukul 00.00-06.00 WIB mengarah ke hulu Kali Gendo
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan aktivitas Gunung Merapi
Tujuh gempa guguran selama periode tersebut amplitudonya 4-21 mm dengan durasi 40-76 detik.
Aktivitas tersebut teramati pada 12 Mei 2019 dari pukul 12:00-18:00 WIB.
Sejumlah kegempaan di antaranya satu kali gempa guguran dengan amplitudo 3 meter yang berlangsung selama 45.88 detik dan satu kali frekuensi rendah dengan amplitudo 2 mm selama 10.28 detik
Sebanyak empat kali guguran lava pijar teramati dari kamera pengintai atau closed-circuit television (CCTV) yang mengarah ke Gunung Merapi.
Ketinggian asap kawah hingga sekitar 70 m di atas puncak kawah. BPPTKG juga mencatat guguran sebanyak 15 kali dengan amplitudo 4-65 mm.
Gunung dengan ketinggian 2968 mdpl tersebut sempat meluncurkan awan panas.
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap di Level II (Waspada). Status Waspada Gunung Merapi sudah ditetapkan sejak 21 Mei 2018.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved