Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNUNG Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Jawa Tengah, meluncurkan empat kali guguran lava pijar. Guguran tersebut mengarah ke hulu Kali Gendol.
"Teramati guguran lava pijar 4 kali, dengan jarak luncur 250-1000 meter arah hulu Kali Gendol," terang Heru Suparwaka, petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Aktivitas tersebut terjadi dari pukul 00.00-06.00 WIB.
Ia menyebut visual gunung terlihat jelas sehingga asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang. Ketinggian asap kawah hingga sekitar 70 m di atas puncak kawah. BPPTKG juga mencatat guguran sebanyak 15 kali dengan amplitudo 4-65 mm. Durasi guguran 13-100 detik.
"Kesimpulan, tingkat aktivitas Gunung Merapi Level II (Waspada)," jelas Heru Suparwaka.
BPPTKG Yogyakarta merekomendasikan agar area dalam radius 3 km dari puncak Merapi, agar agar tidak ada aktivitas manusia. Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi. Masyarakat juga diminta agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi. (OL-3)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved