Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat periode 2 - 8 Januari 2026, terjadi 8 kali awan panas guguran dan 197 kali guguran lava serta 1.251 kali gempa.
Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa, Jumat malam mengatakan jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
"Sementara guguran lava yang dapat teramati adalah 6 kali ke arah hulu Kali Boyong sejauh maksimum 1.600 meter, 93 kali ke arah hulu Kali Krasak sejauh maksimum 2.000 meter, 25 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimum 2.000 meter dan 73 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih sejauh maksimum 2.000 meter," jelasnya.
Kegempaannya, katanya sebanyak 8 kali gempa Awan Panas Guguran (APG), 2 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 505 kali gempa Fase Banyak (MP), 732 kali gempa Guguran (RF) dan 4 kali gempa Tektonik (TT) yang terekam oleh jaringan seismik yang terpasang di Gunung Merapi dan sekitarnya. 'Intensitas kegempaan pada periode pengamatan ini lebih tinggi dibandingkan dengan intensitas kegempaan pada minggu sebelumnya," jelasnya.
Agus selanjutnya mengemukakan, teramati pula terjadinya perubahan morfologi, teramati adanya sedikit perubahan morfologi pada Kubah Barat Daya akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava. Sedangkan untuk Kubah Tengah, tidak teramati adanya perubahan morfologi. Berdasarkan analisis foto udara tanggal 13 Desember 2025, volume Kubah Barat Daya dan Kubah Tengah berturut - turut adalah sebesar 4.171.800 meter kubik dan 2.368.800 meter kubik.
"Sepanjang periode pengamatan, Gunung Merapi tampak mengeluarkan asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, bertekanan lemah, dan dengan tinggi asap bervariasi dari 10 meter hingga 25 meter," katanya.
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. "Pada minggu ini, terjadi hujan di sekitar Puncak Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi terjadi pada tanggal 8 Januari 2026, tercatat di Stasiun Pasarbubar sebesar 40,79 milimeter perjam selama 61 menit. Namun tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi," katanya.
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif dan status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “SIAGA” atau Level III.
Ia menambahkan data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. (H-2)
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengungkap runtuhnya sebagian volume kubah lava Barat Daya di puncak Gunung Merapi.
Gunung Merapi kembali meluncurkan enam kali awan panas guguran dengan jarak maksimum 2,5 km ke arah barat daya. BPPTKG imbau warga waspada potensi lahar dan awan panas.”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved