Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melarang jip pariwisata yang tidak laik jalan beroperasi baik di kawasan lava tour lereng Gunung Merapi maupun di Taman Tebing Breksi di Prambanan.
Jika ditemukan kendaraan yang tidak laik jalan dan dipaksakan beroperasi, jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sri Sudarningsih, langkah yang dilakukan adalah menggembok kendaraan tersebut agar tidak bisa dijalankan.
"Ini kami maksudkan untuk menjamin keselamatan wisatawan, khususnya masa libur lebaran ini," kata Sudarningsih.
Dia mengatakan bersama instansi lainnya, Dinas Pariwisata telah melakukan sosialisasi kepada kelompok-kelompok penyelenggara/operator jip wisata baik yang ada di lereng Gunung Merapi maupun di Shiva Plateau di Taman Tebing Breksi.
Baca juga: Operasional Jip Wisata Merapi Dihentikan Sementara
Sudarningsih menyebutkan, instansi lainnya yang dilibatkan dalam pembinaan ini antara lain Dinas Perhubungan, Polres Sleman dan IOF (Indonesia Off-Road Federation).
Dikatakan, sosialisasi ini diikuti pula dengan pengecekan kondisi jip yang dioperasionalkan untuk mengangkut wisatawan di dua lokasi tersebut.
Lewat pengecekan itu, ujarnya, dapat diketahui apakah kondisi kendaraan (jip) itu laik dioperasikan atau tidak, atau perlu pembenahan dan perbaikan pada bagian-bagian tertentu.
Namun, lanjutnya, jika kemudian ditemukan yang tidak laik jalan dan tetap dipaksakan operasional maka langkah yang diambil adalah menggembok.
Disebutkan, saat ini tercatat sekitar 500-an unit jip wisata yang beroperasi di Lereng Merapi dan sekitar 200-an unit yang beroperasi di Shiva Plateau.
Selain kelaikan kendaraan, penumpang dan pengemudi jim wisata ini diwajibkan mengenakan helm pengaman serta sabuk keselamatan (safety belt). (X-15)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved