Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah kembali mengeluarkan sejumlah kebijakan stimulus ekonomi dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat.
Stimulus ekonomi yang akan digelontorkan pemerintah berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di awal kuartal II dan kuartal III pada tahun ini.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta menyambut baik adanya pemberian stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah.
Bantuan Subsidi Upah (BSU) akan disalurkan pemerintah. Stimulus tersebut ditujukan kepada para pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta atau upah minimum nasional, serta guru honorer.
Pemerintah memutuskan untuk memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta atau upah minimun nasional.
PEMERINTAH berencana akan kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja mulai Juni 2025.
CoRE mengatakan bahwa dampak dari paket-paket stimulus yang akan diberikan pemerintah untuk mendongkrak daya beli baru akan terlihat di kuartal III tahun ini.
Industri makanan, minuman dan tembakau mengalami pelambatan pertumbuhan pada kuartal I 2025.
Indonesia dihantui resesi karena pertumbuhan ekonomi yang mengkhawatirkan. Pada triwulan pertama 2025, pertumbuhan ekonomi nasional hanya 4,87%, terendah sejak triwulan ketiga 2021.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan di tengah ketidakpastian global yang menantang, perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang resilien.
Analis Kebijakan Ekonomi Apindo, Ajib Hamdani, menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya 4,87% jauh dibawah target pertumbuhan ekonomi yang menjadi acuan kerangka ekonomi makro.
Tingkat pendapatan masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah, sedang tertekan. Hal itu berdampak pada laju konsumsi rumah tangga yang berpotensi turut memperlambat laju perekonomian.
Arah kebijakan moneter Bank Indonesia dinilai berkontribusi pada pelemahan daya beli masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah.
Kepercayaan konsumen Indonesia kembali melemah pada Maret 2025. Angkanya turun ke level 121,1 dari semula 126,4 pada Februari. Ini merupakan penurunan bulanan ketiga berturut-turut.
Masyarakat mesti berpikir dua kali untuk mudik. Mereka harus mempertimbangkan biaya transportasi, oleh-oleh, hingga uang yang akan diberikan kepada sanak saudara di kampung.
Perputaran uang pada Lebaran tahun ini diprediksi tidak sebesar seperti Lebaran tahun sebelumnya
Data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dirilis oleh Bank Indonesia juga relatif lebih rendah tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi perekonomian enam bulan ke depan.
KETUA umum Apindo memprediksi bahwa momen Lebaran 2025 masih dibayang-bayangi sentimen daya beli masyarakat yang masih belum sepenuhnya pulih sejak akhir tahun lalu.
akibat penurunan daya beli masyarakat berdampak pada anjloknya jumlah pemudik Lebaran tahun ini.
INDEF mengkhawatirkan adanya tren kenaikan pinjaman daring atau pinjaman online (pinjol) menjelang Lebaran 2025.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved