Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKARTA Fair Kemayoran (JFK) 2025 kembali menargetkan nilai transaksi Rp7 triliun. Pameran multiproduk yang diklaim terbesar di Asia Tenggara itu akan berlangsung pada 19 Juni mendatang.
Marketing Director JIExpo Ralph Sceunemann, menyebut meski ada tekanan terhadap daya beli masyarakat secara umum yang menurun dan adanya efisiensi anggaran dari pemerintah, ia tetap fokus mencapai angka target transaksi untuk JFK 2025.
“Saya lebih suka kalau bicara target transaksi daripada pengunjung. Karena jumlah pengunjung Jakarta Fair itu sudah mencapai angka yang sudah puncak-puncaknya. Tergantung cuaca saja kadang-kadang,” kata Ralph saat konferensi pers di Gedung Niaga JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (4/6).
Menurutnya, JFK tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha karena beragam gimmick dan promosi dari para peserta mampu menarik minat belanja pengunjung.
“Kalau bicara target transaksi, kita tetap targetkan di atas Rp7 triliun. Meskipun memang terjadi efisiensi pemerintah, tapi itu lebih kepada dunia MICE. Tapi kita di sini tidak bicarakan itu,” ujarnya.
“Kalau tentang daya beli masyarakat dan lain-lain, ya memang betul sedang terjadi penurunan. Tapi di satu sisi, kita harus ingat, kenapa di Jakarta Fair transaksinya selalu bagus karena memang banyak gimik yang diberikan perusahaan, diskon, atau kemudahan,” lanjut Ralph.
Ia menegaskan bahwa peserta pameran, khususnya UMKM, sangat diuntungkan oleh ajang ini. Banyak di antaranya sukses besar dan bahkan langsung memesan slot untuk tahun berikutnya.
“Karena mereka sudah bisa merencanakan. Karena mereka tahu ini event yang ditunggu dan kesempatan mereka mencapai target usaha,” katanya.
Terkait target pengunjung, Ralph tidak memasang angka agresif karena waktu pelaksanaan tahun ini berkurang tujuh hari dibanding tahun lalu akibat berbenturan dengan event Indo Defence.
“Jadi kita tetap berusaha dengan acara-acara yang kita lakukan, kalau terjadi drop pun, drop-nya tidak terlalu besar. Kalau bisa, tahun lalu pengunjungnya berapa, (pengurangannya) jangan lebih dari 10 persen dari tahun lalu,” ucapnya.
Dengan strategi promosi yang agresif, ragam acara hiburan, serta dukungan dari ribuan pelaku usaha, Jakarta Fair 2025 diproyeksikan tetap menjadi ajang perdagangan dan hiburan terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai informasi, JFK akan digelar pada 19 Juni hingga 13 Juli 2025. Serta sebanyak 2.550 perusahaan dari berbagai sektor siap meramaikan ajang tahunan ini, dengan menghadirkan 1.550 stan yang memamerkan ragam produk unggulan dari industri besar hingga pelaku UMKM lokal. (Far/P-2)
Pada sisi aplikasi, keamanan menekankan penerapan “shift-left” dan “kemampuan pemulihan” secara bersamaan.
Banyak yang belum tahu kalau sekarang (biaya 0,3 persen) itu sudah dihilangkan, sudah dicabut, jadi 0% sekarang. QRIS bebas biaya (untuk transaksi di bawah Rp500 ribu).
Dengan fitur ini, jelas dia, trader dapat mengubah tingkat leverage kapan pun tanpa perlu membuka posisi baru.
Startup pembayaran Durianpay mencatat pertumbuhan signifikan pada 2023 dengan peningkatan lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya dan kenaikan tiga kali lipat TPV.
Data Bank Indonesia (BI) mencatat, pada November 2024 transaksi perbankan digital tumbuh 40,1% (Year on Year).
Rumah123 gelar Harpropnas Fest 2025 di Kota Kasablanka. Stimulus pajak dorong transaksi properti, harga turun hingga 30%, buyers market menguat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pangan sepanjang 2025 mencapai 4,58%, tertinggi di antara kelompok pengeluaran lain. Pemerintah waspadai gerusan daya beli di kuartal I-2026.
Komisi XI berada pada posisi strategis untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah tekanan musiman.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa hingga kini pemerintah belum mengambil keputusan terkait penyesuaian tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada 2026.
CHIEF Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai risiko Indonesia mengalami resesi dalam waktu dekat amat kecil karena ditopang oleh kekuatan domestik.
Stimulus fiskal seperti PPN DTP dan potongan BPHTB dinilai belum mampu dorong penjualan rumah, karena biaya mobilitas dan akses transportasi jadi faktor utama
BANK Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 7,7 persen secara tahunan (yoy) pada Oktober 2025 hingga mencapai Rp9.783,1 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved