Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

KAPLL Umumkan Peningkatan Arsitektur Keamanan Berlapis untuk Melindungi Transaksi dan Aset

Basuki Eka Purnama
12/11/2025 11:37
KAPLL Umumkan Peningkatan Arsitektur Keamanan Berlapis untuk Melindungi Transaksi dan Aset
Ilustrasi(MI/HO)

PLATFORM perdagangan saham profesional KAPLL mengumumkan peningkatan menyeluruh terhadap arsitektur keamanan berlapis platform, dengan “identitas tepercaya, jaringan yang kokoh, aplikasi yang dapat dipertahankan, transaksi yang terkendali, dan operasional yang dapat diverifikasi” sebagai garis utama. 

Langkah ini membangun sistem pertahanan keamanan menyeluruh yang mencakup seluruh tahapan proses mulai dari pembukaan akun, login, instruksi transaksi, kliring, hingga notifikasi, berfokus pada penerapan secara teknis dan kemampuan real-time response, sehingga secara signifikan meningkatkan tingkat perlindungan terpadu terhadap keamanan akun, keamanan transaksi, dan keamanan data.

Sistem keamanan yang telah ditingkatkan menjadikan adaptasi terhadap risiko sebagai mekanisme inti. 

Pada sisi aplikasi, keamanan menekankan penerapan “shift-left” dan “kemampuan pemulihan” secara bersamaan.Pada lapisan perdagangan dan pengendalian risiko, sistem direkonstruksi dengan berpusat pada tujuan “identifikasi dalam hitungan milidetik dan peninjauan ulang dalam hitungan menit”, untuk membangun real-time engine. 

Dalam hal perlindungan data dan privasi, platform berpegang pada prinsip “minimisasi data sensitif”. 

Sementara di sisi platform, KAPLL akan menjaga keterhubungan dengan intelijen ancaman eksternal, serta secara berkelanjutan memperbarui aturan dan modelnya untuk mempertahankan kepekaan tinggi terhadap risiko-risiko baru.

Keamanan yang sesungguhnya tidak terletak pada penjelasan setelah kejadian, melainkan pada pencegahan sebelum terjadi, pengendalian saat berlangsung, dan pembuktian setelahnya. Integrasi antara pertahanan berlapis dan pengendalian risiko secara real-time menjadikan keamanan sebagai bagian dari setiap transaksi, bukan sekadar fitur tambahan.

Peningkatan kali ini mengubah “komitmen terhadap keamanan” menjadi “fakta yang dapat diverifikasi”.

Setiap tindakan sensitif seperti akses akun, pengiriman instruksi, dan pergerakan dana ditempatkan di bawah jaringan perlindungan yang terukur dan dapat ditelusuri. 

Ketika terjadi kejanggalan, sistem akan terlebih dahulu melakukan intervensi, proses segera ditutup secara menyeluruh, dan hasil akhirnya dapat diverifikasi secara pribadi.

Platform ini menyatakan bahwa kapabilitas keamanannya tidak didefinisikan berdasarkan fungsi tunggal, melainkan oleh kolaborasi lintas lapisan dan kecepatan respons.

Tujuan yang berorientasi pada pengguna adalah agar investor dapat secara langsung merasakan proses login yang lebih stabil, jalur instruksi yang lebih handal, serta pengalaman penyelesaian yang lebih konsisten dalam penggunaan sehari-hari.

Peningkatan arsitektur keamanan berlapis ini tidak hanya merupakan pembaruan teknis, tapi juga proyek jangka panjang dalam tata kelola platform.

Melihat ke masa depan, kapabilitas keamanan akan berjalan seiring dengan evolusi bisnis. Dalam konteks perubahan berkelanjutan pada struktur pasar, ekspektasi pengawasan, dan paradigma teknologi, sistem keamanan akan mempertahankan kemampuan pembaruan diri secara berkesinambungan

KAPLL akan terus menempatkan keamanan dan kepatuhan di garis terdepan jalur pengembangannya, dengan teknologi yang pasti dan mekanisme yang transparan untuk menopang pasar yang penuh ketidakpastian. 

Dalam kerangka yang terukur, dapat ditelusuri, dan dapat dipulihkan, setiap transaksi akan menjadi lebih layak untuk dipercaya.

“Langkah ini bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan investasi jangka panjang dalam tata kelola keamanan yang berkelanjutan. KAPLL berkomitmen menjadikan keamanan dan kepatuhan sebagai poros utama pengembangan platform, agar setiap transaksi dapat dipercaya dan terverifikasi secara menyeluruh,” ungkap Head of PR and Communications KAPLL Adi Suharto. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya