Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Perkuat Pengamanan Pelabuhan, PAG Simulasi Penanganan Sabotase

Rahmatul Fajri
23/1/2026 20:56
Perkuat Pengamanan Pelabuhan, PAG Simulasi Penanganan Sabotase
Perta Arun Gas gelar simulasi penanganan gangguan keamanan.(PAG)

PT Perta Arun Gas (PAG) menggelar simulasi pengamanan pelabuhan skala besar melalui Exercise Manuvra ISPS Code di perairan Jetty 2, Lhokseumawe, Aceh. Latihan ini fokus pada skenario penanganan ancaman berbasis teknologi berupa pengoperasian drone ilegal di area terbatas serta potensi tindakan sabotase terhadap fasilitas vital perusahaan.

Vice President Production PT Perta Arun Gas, Taufik Widayat mengatakan kegiatan ini merupakan implementasi dari International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code, sebuah standar internasional untuk keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan. Ia menjelaskan bahwa ancaman keamanan saat ini terus berevolusi, termasuk penggunaan pesawat nirawak (drone) yang dapat disalahgunakan untuk spionase maupun gangguan operasional.

"Langkah strategis ini untuk memastikan kesiapan personel, sistem, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman keamanan modern, termasuk ancaman berbasis teknologi dan risiko sabotase," ujar Taufik melalui keterangannya, Jumat (23/1).

Simulasi ini tidak hanya melibatkan internal perusahaan, tetapi juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, di antaranya KSOP Kelas IV Lhokseumawe, Polsek Muara Satu, hingga Koramil Muara Satu. Sinergi ini bertujuan menguji kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan saat terjadi situasi darurat di wilayah perairan.

Selain ancaman keamanan, PAG secara simultan melaksanakan latihan penanggulangan tumpahan minyak. Kombinasi kedua latihan ini dirancang untuk menguji keandalan sistem komunikasi darurat perusahaan dalam menghadapi dua krisis yang terjadi bersamaan.

Sebagai salah satu pengelola fasilitas gas alam cair (LNG) strategis di Indonesia, PT Perta Arun Gas wajib memastikan operasionalnya bebas dari gangguan. Temuan atau anomali sekecil apa pun di area terbatas dapat berdampak besar pada ketahanan energi.

"Melalui latihan ini, kami berharap seluruh unsur yang terlibat semakin sigap dan terkoordinasi dalam menjaga keamanan fasilitas serta memastikan kepatuhan terhadap ketentuan internasional yang berlaku," pungkas Taufik. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya