Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Warga Lembang Dilatih Siaga Hadapi Potensi Gempa Sesar Lembang

Depi Gunawan
11/11/2025 20:39
Warga Lembang Dilatih Siaga Hadapi Potensi Gempa Sesar Lembang
Petugas mengevakuasi korban saat simulasi gempa bumi di Lembang Kabupaten Bandung Barat.(Dok BPBD Bandung Barat)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat menggelar simulasi penanganan gempa bumi di Lapang Sinapeul, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (11/11).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Kecamatan Lembang, Satlinmas Desa Gudangkahuripan, PMI, pelajar, serta masyarakat sekitar.

Dalam simulasi tersebut digambarkan situasi saat gempa bumi akibat pergerakan Sesar Lembang mengguncang wilayah tersebut. Di tengah kepanikan warga, petugas menerima laporan adanya korban tertimpa bangunan yang harus segera dievakuasi. 

Tim gabungan kemudian bergerak cepat ke lokasi, melakukan pencarian dan pertolongan, sekaligus mendirikan posko darurat serta dapur umum bagi warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin menjelaskan, Lembang menjadi wilayah pertama pelatihan karena memiliki potensi bencana yang tinggi dan merupakan kawasan wisata yang dikenal luas.

"Lembang ini menjadi ikon Bandung Barat. Selain kawasan wisata, di sini juga terdapat 16 desa dengan potensi bencana cukup besar, terutama gempa bumi, tanah longsor dan banjir bandang," kata Asep.

Menurutnya, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para relawan dan masyarakat dalam mengelola serta mengurangi risiko bencana.

"Bencana tidak bisa dihindari, tapi manusia wajib berupaya mengurangi risikonya. Dengan pelatihan ini, masyarakat diharapkan lebih siap dan tidak panik bila suatu saat bencana terjadi," ujarnya.

Ia menyatakan, meski isu mengenai potensi gempa akibat aktivitas Sesar Lembang kerap mencuat, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan waspada.

"Sesar Lembang memang ada berdasarkan kajian akademis, namun kita tidak tahu kapan gempa akan terjadi. Yang penting kita siap dan terus berupaya memperkuat kesiapsiagaan," tuturnya.

BPBD Bandung Barat juga berencana melanjutkan kegiatan serupa di sejumlah kecamatan lain seperti Parongpong, Cisarua, dan Ngamprah yang juga berada di kawasan berpotensi terdampak pergerakan Sesar Lembang.

"Bukan berarti kita tidak fokus wilayah lain seperti Rongga, Gununghalu, namun dalam penanganan kan berbeda. Kalau wilayah Selatan banyak pergerakan tanah, longsor. Tapi kalau di wilayah ini (Lembang) dari sisi akademis yaitu adanya sesar, gempa," jelasnya.

Ketua Apdesi Bandung Barat, Agus Karyana menambahkan bahwa Destana menjadi garda terdepan dalam penyebaran informasi dan pelatihan mitigasi di tingkat desa.

"Melalui simulasi ini kami belajar langsung bagaimana bertindak saat bencana terjadi. Ini penting agar masyarakat tidak hanya menunggu bantuan, tetapi bisa melakukan langkah penyelamatan mandiri," kata Agus. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya