Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Dorong Daya Beli Konsumen Jelang Lebaran dengan Diskon hingga 50 Persen

Rahmatul Fajri
04/3/2026 22:18
Dorong Daya Beli Konsumen Jelang Lebaran dengan Diskon hingga 50 Persen
Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan(Dok Istimewa)

MENYAMBUT Ramadan dan Libur Lebaran 2026, PT Sarinah menargetkan peningkatan jumlah pengunjung sebesar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Target ini ditetapkan seiring dengan momentum mobilitas nasional yang meningkat selama Ramadan serta strategi program yang dirancang tidak hanya untuk mendorong transaksi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi pengunjung.

Ramadan dan Lebaran merupakan periode mobilitas terbesar dalam satu tahun. Berdasarkan proyeksi pergerakan nasional, musim Lebaran berpotensi melibatkan hingga 144 juta orang, dengan Jakarta menjadi salah satu hub utama sebelum dan sesudah arus mudik. Momentum pencairan THR yang umumnya terjadi satu hingga dua minggu sebelum Idulfitri juga mendorong peningkatan konsumsi domestik.

Direktur Komersial InJourney Holding, Veronica H. Sisilia, menyampaikan bahwa Ramadan 2026 diposisikan sebagai momentum strategis dalam ekosistem InJourney Group. “Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman berwisata yang lebih seamless yang mengutamakan kesiapan dan keselamatan wisatawan di setiap titik perjalanan dari bandara, hotel, dan destinasi wisata di bawah pengelolaan InJourney,” jelasnya. 

Veronica menjelaskan bahwa Sarinah memiliki peranan yang penting dimomentum ini sebagai touchpoint penting dalam ekosistem dibawah InJourney. “Momentum ini menjadi periode krusial, di mana mobilitas dan konsumsi domestik meningkat signifikan. Sarinah kami harapkan sebagai Cultural Experience Center, tak hanya sekedar ruang transaksi namun juga ruang interaksi budaya dan gaya hidup yang melengkapi perjalanan wisatawan,” tambahnya. 

Sejalan dengan hal tersebut, PT Sarinah memprediksi puncak transaksi akan terjadi pada 6 hingga 13 Maret 2026, bertepatan dengan periode pencairan Tunjangan Hari Raya. Pada Ramadan 2025, Sarinah mencatatkan 611 ribu pengunjung. Tahun ini, perusahaan optimistis dapat melampaui capaian tersebut.

Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan, menegaskan bahwa Ramadan bagi Sarinah bukan sekadar momentum promosi, melainkan momentum positioning.

“Ramadan bagi PT Sarinah adalah momentum untuk mempertegas positioning kami sebagai Cultural Experience Centre. Kami tidak hanya menawarkan promosi, tetapi menghadirkan pengalaman yang terkurasi mulai dari Malam Berkah Extra sebagai penggerak transaksi, Gema Ramadan yang mengangkat tradisi Nusantara, hingga focal point atrium yang menjadi simbol ruang berbagi. Kami ingin setiap kunjungan ke Sarinah terasa bermakna, bukan sekadar berbelanja.” jelas Raisha.

Program yang paling diunggulkan tahun ini adalah Happy Hours bertajuk Malam Berkah Extra yang diselenggarakan pada 6 hingga 8 Maret 2026 mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB dengan penawaran diskon hingga 50 persen. Program ini dirancang sebagai strategi konversi berbasis waktu yang memaksimalkan momentum belanja malam hari setelah berbuka puasa, khususnya pada periode puncak THR.

Selain mendorong transaksi, PT Sarinah juga memperkuat aktivasi budaya melalui rangkaian Gema Ramadan yang berlangsung pada periode yang sama. Aktivasi ini mengangkat tradisi Indonesia melalui acara pawai obor dan marawis dalam Gema Lentera Ramadan, pertunjukan Rampak Bedug sebagai wujud syukur dalam Gema Bedug Raya, pertunjukan angklung bernuansa Ramadan, serta kegiatan Ngabuburit di Sarinah yang menjadi ruang kebersamaan lintas komunitas. Melalui pendekatan ini, Sarinah bukan hanya menjadi ruang belanja, melainkan juga ruang budaya dan interaksi publik.

Dari sisi visual dan pengalaman ruang, PT Sarinah menghadirkan focal point atrium dengan konsep Pedesaan Nusantara yang terinspirasi dari kekayaan budaya Sumatera Selatan. Instalasi payung bertingkat yang dibalut 50 kain songket Palembang menjadi titik visual utama yang memperkuat narasi Ramadan sekaligus menghadirkan nuansa hangat khas tradisi Sumatera Selatan yang dikenal menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan semangat berbagi.

Gazebo yang terinspirasi dari ukiran Rumah Limas Palembang akan menjadi pusat instalasi dan mulai dipasang pada 9 Maret 2026. Dalam filosofi budaya Sumatera Selatan, Rumah Limas tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang berkumpul keluarga besar dan tempat berlangsungnya berbagai kegiatan adat yang mempererat hubungan sosial. Nilai tersebut dihadirkan kembali di Sarinah melalui focal point ini, yang tidak hanya berfungsi sebagai magnet visual dan photo point, tetapi juga sebagai titik pembagian takjil gratis bagi pengunjung sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian selama Ramadan.

Untuk mendukung peningkatan kunjungan, PT Sarinah juga melakukan penyesuaian jam operasional pada periode Lebaran, yakni pada Malam Takbiran pukul 10.00–20.00 WIB, serta pada Hari Raya pukul 12.00–22.00 WIB.  Sementara itu, pada hari-hari berikutnya operasional kembali normal. Selain itu, dilakukan pula penguatan manpower selama periode puncak, kerja sama free shuttle dari hotel-hotel di sekitar Sarinah Thamrin, serta peningkatan sistem keamanan dan maintenance area publik guna memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung selama momentum libur Lebaran. 

Dengan mengusung tema “Cahaya Penuh Makna, Hangat Untuk Setiap Saat”, PT Sarinah mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momen kebersamaan yang tidak hanya diisi dengan transaksi, tetapi juga pengalaman, tradisi, dan kebanggaan terhadap karya Indonesia.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya