Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Kris Ade Sudiyono mengaku pihaknya tidak dilibatkan dalam proses penetapan kebijakan pemerintah soal pemberian diskon tarif tol. Padahal, katanya, berdasarkan prinsip-prinsip dalam perikatan bisnis jalan tol, seharusnya pelaku usaha jalan tol turut dilibatkan dalam setiap pembahasan kebijakan. Ini terutama berkaitan dengan dampak finansial dan mekanisme kompensasi jika insentif tersebut tidak ditanggung oleh anggaran pemerintah.
Kris menuturkan pemerintah meminta para pengusaha jalan tol untuk secara sukarela (voluntary) memberikan diskon tarif kepada masyarakat.
"Kami tidak dilibatkan dalam pemberian diskon tarif tol. Para pengusaha jalan tol diminta memberikan diskon tarif secara sukarela, sekaligus menanggung sendiri dampak keuangannya," ujar Kris kepada Media Indonesia, Rabu (4/6).
Dia menyatakan, meskipun niat pemerintah untuk mendorong konsumsi dan daya beli masyarakat patut diapresiasi, kebijakan yang diambil sepihak itu tetap menimbulkan pertanyaan.
"Hal ini patut dipertanyakan dari sisi relevansi dan implikasinya,” ungkap Kris.
Ia menegaskan, jalan tol pada dasarnya merupakan infrastruktur alternatif. Artinya, pengguna jalan tol adalah masyarakat yang memiliki daya beli dan secara sadar memilih untuk menggunakan jalan tol setelah mempertimbangkan tarifnya. Maka, kelayakan jalan tol sebagai objek pemberian insentif masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat.
Yang lebih menjadi dilema, lanjut Kris, mekanisme yang digunakan pemerintah dalam menerapkan kebijakan ini. Sektor jalan tol tidak bisa dipisahkan dari model bisnis pengusahaan yang diatur melalui perjanjian resmi serta berbagai ketentuan tata kelola.
Dia menekankan kebijakan yang tidak melibatkan pemangku kepentingan utama, berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha dan menimbulkan ketidakpastian dalam investasi infrastruktur jalan tol.
Terpisah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. bersama badan usaha jalan tol (BUJT) lain akan memberlakukan potongan tarif tol sebesar 20% selama 10 hari di ruas-ruas strategis Trans Jawa. Ini mencakup Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Layang MBZ, Tol Palimanan-Kanci, Tol Batang-Semarang, Tol Semarang Seksi ABC, Tol Surabaya-Gempol, Tol Gempol-Pandaan, dan Tol Pandaan-Malang.
Sedangkan, potongan tarif di Trans Sumatra mencakup Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) dan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT).
Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menuturkan, stimulus potongan tarif 20% yang diterapkan selama sepuluh hari akan dibagi ke dalam tiga periode, yakni empat hari periode Libur Idul Adha atau pada 6-9 Juni 2025, tiga hari periode awal libur sekolah atau pada 27-29 Juni 2025, dan tiga hari periode akhir libur sekolah atau pada 11-13 Juli 2025.
“Total ruas jalan tol yang mendapatkan potongan tarif mencapai sepuluh ruas tol yang tersebar di wilayah Trans Jawa dan Trans Sumatra," jelasnya. (E-3)
PEMERINTAH menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bansos.
Pemerintah memberikan sejumlah diskon tarif tol dan tiket transportasi dengan kisaran 10-20 persen.
MENTERI Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa pada saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 mendatang, pemerintah akan memberikan diskon tarif tol.
Pemberlakuan diskon tarif tol sebesar 20% kembali diberikan selama enam hari di ruas jalan tol Trans Jawa.
Program diskon tarif tol sebesar 20% ini, sambung Ria, hanya berlaku untuk perjalanan menerus bagi seluruh jenis golongan kendaraan yang menggunakan uang elektronik dengan saldo cukup.
PT Jasa Marga Tbk bersama badan usaha jalan tol (BUJT) lain akan memberlakukan potongan tarif tol sebesar 20% selama 10 hari di ruas-ruas strategis Trans Jawa.
Menjelang bulan suci Ramadan 2026, aktivitas perdagangan di Pasar Jatinegara belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Di tengah isu pelemahan daya beli, kelas menengah dinilai masih kuat. Hal ini mendorong realisasi investasi properti Rp1 triliun di Bekasi.
Ekonom menilai ketiadaan diskon tarif listrik pada paket stimulus ekonomi kuartal I 2026. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat,
Melambatnya pertumbuhan tabungan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta mencerminkan adanya tekanan pada sisi pendapatan, khususnya yang dirasakan kelas menengah.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved