Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjamin ketersediaan pangan nasional aman hingga Maret 2020 dengan adanya surplus 4 juta ton beras.
Ketersediaan pangan itu sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sudah dicek di lapangan jika beras untuk konsumsi nasional terbilang aman hingga Maret 2020.
Stok beras yang mencapai 2,1 juta ton diklaim masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga musim panen selanjutnya tiba.
Sebelumnya, Bulog sepenuhnya menyalurkan beras kepada warga miskin lewat kebijakan bantuan beras untuk keluarga sejahtera (rastra).
Hal tersebut tidak bisa dilakukan lantaran di dalam payung hukum yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2017, penyaluran BPNT bisa dilakukan secara bebas oleh siapa saja.
Pasokan yang cukup baik dari petani dan pengepul membuat stok pengecer di pasar aman.
Sejak kebijakan BPNT diberlakukan, penyaluran beras Bulog ke warga miskin turun drastis. Beras yang diserap pada 2017- 2018 rentan turun mutu.
Ia juga menekankan, dibandingkan program bantuan beras sejahtera (rastra), BPNT dinilai lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
Karena dituntut dari sisi kuantitas, Bulog akhirnya mengesampingkan kualitas dari hasil produksi yang diserap.
Henry Saragih mengungkapkan penyebab utama Indonesia akhirnya harus mengimpor beras pada 2018 adalah kesalahan data yang disuguhkan Kementerian Pertanian (Kementan).
Perseroan saat ini harus bertanggung jawab kepada banyak instansi pemerintah seperti Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Sosial.
"Ini karena kebijakan pada kepemimpinan menteri pertanian sebelumnya. Bulog dipaksa serap banyak. Akhirnya dapat gabah dan beras yang kualitasnya tidak bagus,"
"Masih ada sekitar satu juta ton beras dari luar negeri. Itu aman, kok. Kondisinya masih baik," ujar Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh
"Ini karena kebijakan pada kepemimpinan menteri pertanian sebelumnya. Bulog dipaksa serap banyak. Akhirnya dapat gabah dan beras yang kualitasnya tidak bagus."
Anton mengatakan selama ini Bulog belum pernah memusnahkan stok beras rusak, bahkan ketika ia memimpin Kementan.
Bulog DIY menargetkan penyerapan beras sebesar 89 ribu ton, hingga saat ini baru terkumpul sebanyak 31.619 ton atau sekitar 31%.
Presiden menyoroti adanya beras turun mutu dan meminta agar ada perbaikan tata kelola cadangan beras pemerintah.
Namun, dia memastikan penjualan CBP ke pasar tidak akan membuat harga beras jatuh karena pemerintah akan menyesuaikannya dengan permintaan dan penawaran yang ada.
"Saya minta dibenahi manajamemen pengelolaan cadangan beras penerintah, penumpukan stok beras yang tidak tersalurkan harus jauh-jauh hari kita pikirkan," katanya
Sekretaris Perusahaan Bulog Awaludin Iqbal menjelaskan sebenarnya stok beras yang turun mutu atau kualitas itu bukan dimusnahkan.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved