Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH dan DPR RI mulai memperkuat koordinasi terkait agenda legislasi nasional, khususnya menyangkut isu-isu kepemiluan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pembahasan yang dilakukan saat ini tetap berpijak pada agenda resmi yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).
Pertemuan koordinasi antara pemerintah dan pimpinan DPR ini salah satunya berfokus pada rencana revisi Undang-Undang (UU) Pemilu. Prasetyo menjelaskan bahwa langkah ini merupakan keberlanjutan dari upaya legislasi yang telah diinisiasi pada periode sebelumnya.
"Berkenaan dengan masalah rencana kita, pembahasan untuk revisi Undang-Undang Pemilu, yang memang itu masuk di dalam prolegnas. Ini sebenarnya di periode sebelumnya juga sudah dilakukan pembahasan," ujar Prasetyo di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1).
Bantah Wacana Pilpres via MPR
Dalam kesempatan tersebut, Prasetyo meluruskan isu yang berkembang di publik mengenai mekanisme pemilihan presiden. Ia memastikan bahwa sistem demokrasi di Indonesia tetap menempatkan rakyat sebagai pemegang suara langsung dalam menentukan pemimpin nasional.
"Salah satu poinnya tentang pemilihan presiden, yang memang tidak ada sama sekali, bahkan wacana pun tidak ada untuk melakukan perubahan sistem pemilihan presiden, jadi misalnya dipilih oleh MPR atau tidak dipilih langsung oleh rakyat, itu tidak ada," tuturnya tegas.
Bukan Prioritas
Terkait isu pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh DPRD yang sempat mencuat ke ruang publik, Mensesneg menyatakan bahwa hal tersebut belum menjadi prioritas pemerintah maupun parlemen. Hal ini dikarenakan usulan tersebut belum tercatat secara formal dalam Prolegnas.
"Berkenaan dengan masalah wacana yang berkembang tentang pemilihan kepala daerah yang dipilih oleh DPRD, itu memang secara formil tidak masuk di dalam prolegnas. Sehingga belum untuk menjadi prioritas dibicarakan baik oleh DPR dengan pemerintah," kata Prasetyo.
Ia menilai wacana tersebut merupakan bagian dari dinamika pemikiran internal masing-masing partai politik. Pemerintah, lanjutnya, memilih untuk berada pada posisi netral dan terbuka terhadap segala masukan.
"Bukan mundur dong. Ini kan pembahasan itu masing-masing partai. Wacana itu adalah buah pemikiran dari masing-masing partai. Dari masing-masing partai, kami sebagai pemerintah, sekali lagi kami sampaikan bahwa itu ada di partai masing-masing," imbuhnya.
Prasetyo menutup dengan menekankan bahwa pemerintah saat ini lebih fokus pada penyerapan aspirasi publik sebelum mengambil langkah strategis terkait kebijakan kepemiluan di masa depan. "Dan kita (pemerintah) pada posisi, kita mendengarkan aspirasi dari masyarakat dan partai-partai politik," pungkasnya. (Mir/P-2)
PESAWAT ATR 42 rute Yogyakarta–Makassar hilang kontak di Gunung Maros. Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi
Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tendra menilai penghentian penyidikan (SP3) terhadap Eggi Sudjana merupakan cerminan keberhasilan penerapan KUHP dan KUHAP yang baru
Rano optimistis pengembalian hak korban secara signifikan dapat dilakukan, berkaca pada keberhasilan penanganan kasus investasi serupa di masa lalu.
DPR RI mulai mendalami draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemulihan kerugian negara.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Kesadaran hukum masyarakat memiliki dua dimensi utama, yakni afektif dan kognitif. Pada dimensi afektif, kepatuhan hukum lahir dari keyakinan bahwa hukum mengandung nilai kebenaran.
Yusril berpandangan pilkada tidak langsung melalui DPRD justru selaras dengan falsafah kedaulatan rakyat, sebagaimana dirumuskan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta pihak kepolisian segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik aksi intimidasi tersebut.
Pemilu tidak semata-mata soal menang atau kalahnya partai politik, melainkan juga menentukan sistem kehidupan berbangsa, termasuk arah kebijakan ekonomi nasional.
Mendagri mengatakan telah mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian dan menyaksikan secara langsung kondisi warga yang memprihatinkan, terutama terkait kebutuhan sandang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved