Selasa 01 Maret 2022, 11:47 WIB

Polri Gandeng PPATK Telusuri Aset Indra Kenz

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Polri Gandeng PPATK Telusuri Aset Indra Kenz

ANTARA/Reno Esnir
Tersangka kasus dugaan investasi bodong trading binary option melalui aplikasi Binomo Indra Kenz.

 

DIREKTORAT Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri tengah menelusuri aset pengusaha asal Medan, Indra Kesuma alias Indra Kenz. Penelusuran aset dilakukan dengan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"(Tracing aset Indra Kenz bekerja sama dengan) PPATK," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Selasa (1/3).

Namun, jenderal bintang satu itu belum membeberkan sejauh mana hasil proses pelacakan aset Indra Kenz tersebut. Sebelumnya, polisi menelusuri transaksi dan aliran dana Indra Kenz.

Baca juga: PPATK Blokir Empat Rekening Indra Kenz

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan upaya penyitaan aset dan penelusuran aliran dana Indra Kenz menjadi tindak lanjut penanganan kasus tersebut. 

Upaya itu dilakukan setelah Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan investasi bodong trading binary option melalui aplikasi Binomo.

"Aset itu akan dilakukan tracing terkait aliran dana yang berkaitan dengan perkara ini," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 25 Februari 2022.

Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka pada 24 Februari 2022. Indra Kenz telah mempromosikan trading Binomo yang diduga kuat investasi bodong dan judi online.

Indra Kenz kini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Dia dijerat Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 UU ITE, Pasal 3, 5, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP.

"Ancaman hukuman terhadap yang bersangkutan 20 tahun (penjara)," ucap Ramadhan. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP

Presiden: Tim Pencari Fakta Kanjuruhan Harus Selesai 30 Hari

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 11:41 WIB
Dengan sumber daya yang cukup besar, tim tersebut dituntut bisa memberikan kesimpulan dalam kurun kurang dari 30 hari ke...
Antara

Polri Sebut Limpahkan Barang Bukti Kasus Tewasnya Brigadir J Hari Ini

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 10:56 WIB
POLRI sebut hari ini Rabu (4/10) pihaknya akan lakukan pelimpahan barang bukti kasus tewasnya Brigadir J ke Kejaksaan Negeri Jakarta...
MI/ HO

Dorong Integrasi Kota Cerdas, Kemendagri Gelar Integrated Technology Event 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 10:32 WIB
Ekosistem kota cerdas merupakan kombinasi dari efektivitas pengelolaan sumber daya, kolaborasi lintas sektor, dan keterpaduan kebijakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya