Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Tembus Rp1.700 Triliun

Rahmatul Fajri
03/2/2026 16:33
PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Tembus Rp1.700 Triliun
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana.(Dok. MI)

PUSAT Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap data terkait aktivitas kejahatan keuangan berbasis lingkungan atau Green Financial Crime (GFC) di Indonesia. Berdasarkan hasil riset sejak tahun 2020, PPATK mencatat total perputaran uang dalam ekosistem kejahatan ini mencapai Rp1.700 triliun. Angka tersebut jauh melampaui data yang sebelumnya dilaporkan ke publik. 

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menjelaskan bahwa angka yang sempat beredar sebelumnya, yakni Rp992 triliun, hanyalah sebagian dari laporan yang masuk pada periode 2020 hingga 2025.

"Data kami, perputaran GFC sejak tahun 2020 itu bukan Rp992 triliun, tapi Rp1.700 triliun," ujar Ivan saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ivan memaparkan bahwa PPATK telah mengantongi hasil riset komprehensif yang memetakan wilayah-wilayah rawan kejahatan lingkungan, termasuk di antaranya wilayah Sumatera. Riset ini tidak hanya menelusuri aliran dana ilegal, tetapi juga mengorelasikannya dengan potensi kerugian negara secara luas.

Menurut Ivan, hasil riset GFC ini memiliki nilai strategis karena mampu menjadi alat untuk memprediksi potensi bencana alam yang seringkali dipicu oleh eksploitasi lingkungan secara ilegal.

"Kami sudah punya hasil risetnya, bahkan kita sudah punya GFC wilayah yang mana, termasuk wilayah Sumatera dan segala macam kita sudah punya. Artinya, hasil riset ini bisa memprediksi apa yang akan terjadi seterusnya mengenai bencana alam dan segala macam rekomendasi," tegasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya