Selasa 24 November 2020, 21:01 WIB

Polri Usut Kasus Video Tik-tok Hina Jokowi dan Puan

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Polri Usut Kasus Video Tik-tok Hina Jokowi dan Puan

Dok.MI
Ilustrasi

 

KARO Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan tim siber Polri untuk menyelidiki kasus video viral di TikTok yang diduga telah menghina Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Pada video tersebut, disebutkan bahwa Jokowi dan Puan ialah keturunan binatang.

"Kami klarifikasi kepada tim siber sejauh mana penanganannya. Kita lihat nanti perkembangannya kalau ada update kita sampaikan," ujar Awi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (24/11).

Adapun sebelumnya, video TikTok yang berisikan penghinaan Jokowi dan Puan viral di media sosial.

Video yang diunggah akun TikTok @acygacalfarucha, menyebut Jokowi dan Puan adalah keturunan binatang.

Baca juga: Jaksa Agung: Berikan Efek Jera di Sektor Ekonomi Pelaku Korupsi

Dalam video tersebut tampak dua foto yang memperlihatkan Puan dan Jokowi. Foto Puan tampak sedang bersama beberapa orang.

Sementara Jokowi terlihat bersama Wakil Presiden Maruf Amin dan Sekretariat Kabinet Pramono Anung sedang masuk ruang rapat di Istana.

Lalu terdapat tulisan "ini keturunan anjing babi" yang tertera di tengah-tengah bingkai video tersebut. (OL-4)

Baca Juga

Dok. Priibadi

Perpres RAN-PE Bukti Komitmen Pemerintah Atasi Ekstremisme

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 21 Januari 2021, 00:03 WIB
Ditegaskan Christina, persoalan ekstremisme sudah menjadi permasalahan seluruh elemen bangsa dan bukan hanya...
Antara

Lemkapi: Program Presisi Listyo Cocok dengan Kondisi Indonesia

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:40 WIB
Edi pun meminta kepada calon Kapolri agar memperkuat peranan Polsek agar dapat diandalkan menjadi ujung tombak dalam pelayanan kepada...
Antara

KPK Kembangkan Suap Bansos yang Jerat Juliari

👤Ant 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:17 WIB
"Kita cari karena di program bansos itu banyak sekali bukan hanya difabel, PKH, dan lain-lain," kata Deputi Penindakan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya