Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Aniaya Karyawan SPBU di Cipinang, Pelaku Positif Sabu dan Ganja

Zaenal Arifin
25/2/2026 18:54
Aniaya Karyawan SPBU di Cipinang, Pelaku Positif Sabu dan Ganja
ilustrasi.(MI)

POLISI menyatakan pelaku penganiaya karyawan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kelurahan Cipinang, Jakarta Timur, positif menggunakan narkotika. Hasil ini didapat setelah pihak kepolisian melakukan tes urine pelaku.

"Hasil tes urine, pelaku positif menggunakan sabu-sabu dan ganja," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal di Mapolres Jaktim, Rabu (25/2).

Dijelaskan Alfian, kecurigaan petugas ini karena pelaku yang berinisial JMH ini selalu menyampaikan keterangan kepada petugas secara tidak pasti atau plin plan saat diintrogasi.

"Pada saat itu kami sempat melakukan interview awal, di mana pada saat kami melakukan interogasi pelaku tidak tegas, atau saya simpulkan berubah-ubah," ucap Alfian.

"Sehingga saya merasakan ada indikasi bahwasanya (pelaku) ini ada pengaruh alkohol, tapi saya coba mendekat ke pelaku ini, ternyata dia tidak mengakui," ungkapnya.

Oleh karena itu, Alfian memerintahkan Divisi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) untuk melakukan tes urine terhadap pelaku JMH.

"Dan ternyata setelah dites urine, yang bersangkutan positif menggunakan narkotika jenis sabu-sabu dan ganja. Dan setelah kita lakukan untuk berita acara pemeriksaan, ternyata yang bersangkutan mengakui bahwa menggunakan narkotika jenis ekstasi, ganja, dan sabu-sabu," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak tiga karyawan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kelurahan Cipinang, Jakarta Timur, menjadi korban penganiayaan pada Minggu malam, 22 Februari 2026. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, pelaku penganiayaan diduga seorang aparat keamanan.

Ketiga karyawan SPBU yang mengalami penganiayaan, yakni Lukmanul Hakim selaku operator SBPU bertugas, Khairul Anam selaku staf SPBU, dan Mahbudin selaku petugas operator yang berupaya melerai keributan.

"Khairul Anam itu (terkena) tamparan di pipi. Terus yang Lukman itu (dipukul) di rahang sebelah kanan. Terus yang Mahbud (dipukul) di bawah mata sama di pipi, jadi giginya itu oblak (goyang)," ujar salah seorang karyawan SPBU setempat, Mukhlisin, 38, di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Mukhlisin menceritakan awal mula dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang aparat keamanan tersebut. Saat itu, pelaku yang merupakan penumpang mobil mewah hendak mengisi bahan bakar bersubsidi menggunakan barcode untuk kendaraan yang ditumpanginya dan ternyata berbeda dengan yang tertera di dalam keterangan barcode.

"Nomor barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak sesuai dengan gambar di mesin EDC tersebut. Peraturannya Nopol (Nomor Polisi) sama mobil harus sesuai," kata Mukhlisin. (MGN/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya