Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Menyembelih Ketamakan

07/6/2025 05:00
Menyembelih Ketamakan
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ADA beberapa hal menarik dari peringatan Hari Raya Idul Adha, selain kebagian daging kurban tentunya. Salah satu yang menarik, tapi memilukan, yang terjadi pada tahun ini ialah lesunya penjualan hewan kurban. Di mana-mana muncul keluhan serupa dari para pedagang sapi, kambing, domba. Rasanya seperti mendengarkan kor nyanyian kepedihan.

Saking lesunya, para penjual hewan kurban selalu berharap ada keajaiban di detik-detik akhir. Khususnya pada hari tasyrik, 13 Zulhijah, yang tahun ini jatuh pada Senin, 9 Juni 2025. Hari ketiga tasyrik merupakan hari terakhir penyembelihan hewan kurban. Di luar itu, penyembelihan hewan kurban tidak sah, alias tidak dihitung sebagai bagian dari kurban, tapi dianggap sedekah biasa.

Namun, keajaiban itu seolah masih tetap sebuah keajaiban. Ia belum bermetamorfosis menjadi kenyataan. Kiranya doa-doa para pedagang domba sebagian masih tersimpan di 'langit', belum tercurah ke bumi. Bahkan, sebagaimana diberitakan dalam harian ini, para pedagang hewan korban sampai berharap keajaiban itu datang dari gaji ke-13 para aparat sipil negara (ASN) ataupun pensiunan ASN. Padahal, dari skema yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, gaji ke-13 yang dicairkan pada awal Juni ini, hingga tuntas hari tasyrik lusa, ialah baru untuk pensiunan, yang jumlahnya tidak sebanyak ASN.

Gejala apa ini? Tidak susah menganalisisnya. Jawabnya hampir pasti itu karena merosotnya daya beli masyarakat. Tanda-tanda ke arah itu sudah bisa dibaca sejak Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kita pada Januari hingga Maret hanya 4,87%, alias meleset dari target di 5%. Apalagi, hubungan antara daya beli dan pertumbuhan ekonomi di negeri ini amat erat.

Seerat apa? Lebih dari separuh pertumbuhan ekonomi kita ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Itu artinya, sangat tergantung pada kuat atau lemahnya daya beli. Jika ingin pertumbuhan ekonomi melaju kencang, daya beli sebagai motor konsumsi mesti kuat. Bila daya beli merosot, orang akan menahan mengonsumsi hal-hal di luar kebutuhan dasar.

Akibatnya, bila tahun lalu mereka masih bisa membeli seekor kambing untuk berkurban, tahun ini terpaksa tidak ikut ambil bagian. Walhasil, pedagang hewan kurban mengalami penurunan permintaan, rata-rata di angka 20% hingga 30%.

Namun, kurban tetap menyimpan kisah klasik menarik. Selain lesunya penjualan hewan kurban, Idul Adha selalu jadi momen bagi telinga kita untuk mendengar nasihat-nasihat baik. Para khatib di atas mimbar selalu mengulang pesan-pesan klasik, ada yang dengan bahasa sama, setengah berbeda, hingga berbeda sama sekali. Intinya mereka mengatakan bahwa Idul Adha yang ditandai dengan berkurban ialah kesadaran kita akan dua dimensi keimanan: ketaatan vertikal dan kesadaran sosial kemanusiaan.

Idul Adha merupakan hari ketika umat Islam melaksanakan ibadah berkurban bagi yang mampu sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ibadah tersebut mengandung makna yang lebih mendalam ketimbang sekadar menyisihkan harta untuk berkurban kambing, sapi, unta, atau hewan ternak lainnya.

Dalam ibadah yang kental dengan spirit pengorbanan itu, ada prinsip kesetaraan dan semangat berbagi. Setelah hewan kurban disembelih, sebagian daging hewan akan diserahkan kembali ke orang yang berkurban. Sisanya, dibagi-bagikan kepada orang-orang di sekitar, khususnya keluarga yang tidak mampu, baik muslim maupun nonmuslim.

Semua orang di lingkungan orang-orang yang berkurban bisa bersama-sama menikmati daging hewan kurban. Prinsip kesetaraan tersebut merupakan kepanjangan dari prinsip serupa yang dijunjung dalam prosesi puncak haji, yakni wukuf di Padang Arafah. Ketika wukuf, semua jemaah tidak hanya memakai pakaian yang serupa dalam kebersahajaan, tetapi juga di hadapan sang Penguasa Alam, mereka semua setara. Yang membedakan hanya derajat keimanan dan ketakwaan.

Wukuf selalu diikuti dengan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dari dam atau denda berupa hewan kurban yang diserahkan jemaah haji. Pada hari yang sama pula hingga batas tiga hari berikutnya, umat muslim di seluruh dunia dianjurkan berkurban.

Itulah pesan-pesan yang terus direpetisi, tapi tak pernah kehilangan relevansi. Pesan itu sudah berabad-abad, tapi tak pernah usang. Begitu juga di negeri ini. Pesan tentang pentingnya spirit pengorbanan terus menggema. Pengorbanan idealnya tidak lepas dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Berkorban berarti merelakan apa yang menjadi kesayangan atau bahkan mengesampingkan ambisi pribadi demi kepentingan yang lebih luas.

Di tengah elite yang terkena sindrom senang berburu rente nyaris tanpa batas, pesan-pesan para pengkhotbah Idul Adha itu tak kenal kata usang. Bagi saya, selama 'drama' ketamakan masih kerap menghiasi perjalanan kehidupan bangsa ini, selama itu pula negeri ini butuh penyeru, pendengung, pengkhotbah yang mengingatkan betapa spirit pengorbanan masih amat jauh panggang dari api.

Kata pemikir kebangsaan Yudi Latif, kecintaan pada kebenaran dan kemanusiaan akan diuji dengan kesediaan melakukan pengorbanan, yang dalam peringatan Idul Adha dilambangkan dengan penyembelihan hewan kurban. Pengorbanan inilah yang merupakan fase tertinggi dan terberat dalam perjuangan, seberat Ibrahim yang harus mengorbankan anak yang dicintainya, Ismail. Pengetahuan, kesadaran, dan cinta tanpa pengorbanan tak mungkin mendapatkan hasil yang diinginkan.

Keimanan sejati harus dibuktikan dalam kesediaan melakukan pengorbanan. Diperlukan tekad dan keberanian untuk melakukan penyembelihan: menyembelih hasrat korup demi kesehatan negara, menyembelih keserakahan demi kesetaraan, menyembelih elitisme demi penguatan kerakyatan, menyembelih komunalisme demi solidaritas kewargaan, menyembelih pemborosan demi kelestarian, menyembelih hedonisme demi produktivitas, menyembelih kekerasan demi kebahagiaan hidup bersama.

 



Berita Lainnya
  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.