Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KISAH Andy Wibowo, mantan perenang Olimpiade yang kini sukses beralih menjadi atlet triathlon, bisa dibilang adalah contoh nyata dari perjuangan dan dedikasi.
Lahir pada 9 Juni 1980 di Temanggung, sebuah kota kecil di Jawa Tengah, perjalanan Andy menuju puncak dunia olahraga tidaklah mudah.
Tidak berasal dari keluarga atlet, ia justru tumbuh di lingkungan yang biasa-biasa saja. Namun, kecintaannya pada olahraga tumbuh sejak kecil, berkat kebiasaan orang tuanya yang gemar menonton berbagai pertandingan olahraga di televisi.
“Aku bukan berasal dari keluarga atlet, orang tua ku biasa saja, cuma kita tuh tertarik dengan olahraga. Jadi, papaku suka nonton semua olahraga yang disiarkan secara live di TV. Ada boxing, ada Olimpiade, jadi kita sering nonton bareng kalau ada live pertandingan dunia,” ungkap Andy dengan penuh semangat dalam wawancara eksklusif Media Indonesia bersama Thule.
Meski Temanggung bukanlah kota yang dikenal dengan prestasi olahraga, Andy justru menemukan panggilan hidupnya di sana.
Sejak kecil, ia tidak terlalu tertarik dengan olahraga, hanya mengikuti kegiatan fisik di sekolah. Namun, semuanya berubah ketika ia mulai melihat antusiasme sang kakak yang aktif di dunia renang.
Ketertarikannya semakin berkembang, dan akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti jejak sang kakak.
Sejak saat itu, perjalanan Andy di dunia olahraga dimulai, meskipun tidak pernah dibayangkan sebelumnya ia akan meraih kesuksesan sebesar ini.
Langkah pertama Andy dalam olahraga dimulai dari kolam renang. Berlatih keras dan berkompetisi dalam berbagai ajang, ia mulai menunjukkan bakatnya dalam renang.
Keberhasilannya yang menonjol membawa Andy ke level yang lebih tinggi, hingga akhirnya ia dipilih untuk mewakili Indonesia di ajang Olimpiade.
Perjuangannya tidak berhenti di sana. Setelah mengakhiri karirnya sebagai perenang profesional, Andy memutuskan untuk beralih ke triathlon, cabang olahraga yang menggabungkan berenang, bersepeda, dan lari.
Di sinilah ia menemukan tantangan baru yang lebih kompleks namun tetap memacu adrenalin dan semangat juangnya.
Kini, meskipun usianya sudah memasuki angka 44 tahun, Andy Wibowo tidak hanya menjadi inspirasi bagi banyak orang di bidang olahraga, tetapi juga menunjukkan bahwa ketekunan dan kerja keras bisa membawa seseorang meraih mimpinya, tidak peduli darimana ia berasal.
Andy menjadi simbol bahwa setiap orang, bahkan yang berasal dari kota kecil sekalipun, dapat menembus batas dan mengukir prestasi di level dunia.
Dalam wawancara eksklusif tersebut, Andy mengungkapkan, "Penting sekali bagi kita untuk selalu punya mimpi besar, dan jangan takut untuk mengejarnya. Dengan kerja keras, semuanya bisa tercapai."
Sebuah pesan yang pasti akan terus menginspirasi banyak orang di luar sana, tidak hanya para atlet, tetapi juga mereka yang ingin mengejar impian mereka di berbagai bidang kehidupan.
Dari Temanggung ke dunia internasional, kisah Andy Wibowo adalah bukti nyata bahwa mimpi besar tidak mengenal batas—dan dengan tekad yang kuat, kita bisa mengubah segala sesuatu yang tampaknya mustahil menjadi kenyataan.
Selain menjadi atlet dan pelatih, Andy Wibowo juga kini menjabat sebagai brand ambassador untuk Thule, sebuah perusahaan asal Swedia. Baginya, peran sponsor sangat penting untuk mendukung kelangsungan karir dan finansial para atlet. (Z-10)
TNIĀ akan terus mendukung prajurit yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui jalur olahraga.
Dengan adanya dana pensiun, para pejuang olahraga diharapkan memiliki jaminan finansial yang lebih stabil saat memasuki masa purnatugas.
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bonus bagi atlet berprestasi SEA Games ke-33 Thailand. Ia berpesan dana tersebut dijadikan tabungan, bukan sekadar upah.
Keberangkatan tim pada Selasa (6/1) itu mengusung misi krusial, yakni mengamankan tiket menuju Asian Games 2026 Nagoya, Jepang.
Laga pamungkas akan digelar Thailand National Sports University, Nong Mai Daeng, Chonburi, Thailand, Jumat petang (19/12) waktu setempat.
Atlet pencak silat Indonesia berhasil memenuhi target empat medali emas pada ajang SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand.
AHLI gizi di luarĀ negeri menekankan bahwa kurma merupakan sumber energi cepat yang nyata dan berguna dalam rutinitas makan sehari-hari.
Tak kalah mencuri perhatian, Richie Leo, pelari berusia 67 tahun, membuktikan bahwa usia bukan halangan dengan memenangkan kategori Master.
Berbeda dari konsep fun run pada umumnya, PacaRUN justru mengajak peserta untuk melambat, membuka diri, dan menikmati setiap momen.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Saat skor sempat imbang 16-16, Jonatan memilih bermain lebih tenang setelah membaca kecenderungan lawan yang mulai meningkatkan serangan.
Sabar/Reza tampil kompetitif pada gim pertama. Didampingi Hendra Setiawan sebagai pelatih, mereka memanfaatkan celah permainan lawan dan menutup interval dengan keunggulan 11-9.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved