Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BPJS Ketenagakerjaan memperluas payung perlindungan jaminan sosial bagi para pelaku olahraga di Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, dan Ketua Umum KONI, Marciano Norman, di Plaza BPJAMSOSTEK, Jakarta, Senin (2/2).
Sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di sektor olahraga.
Mengingat tingginya risiko fisik yang dihadapi oleh atlet, pelatih, hingga wasit, kehadiran negara melalui jaminan sosial menjadi krusial untuk memitigasi risiko cedera saat latihan maupun pertandingan.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, menegaskan bahwa perlindungan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi seluruh pekerja, termasuk mereka yang berjuang di gelanggang olahraga.
“Melalui sinergi dengan KONI, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para atlet, pelatih, wasit, dan seluruh ekosistem olahraga, sehingga mereka dapat lebih fokus menciptakan prestasi serta menyongsong masa depan yang lebih baik dengan rasa aman,” ujar Pramudya.
Ia menambahkan bahwa atlet dan ofisial memiliki hak yang sama dengan pekerja lainnya.
“Atlet dan official memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan agar risiko kerja yang mereka hadapi tidak berdampak pada keberlangsungan hidup dan keluarganya,” lanjutnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum KONI Marciano Norman menilai kerja sama ini sebagai perlindungan fundamental bagi para patriot olahraga.
Menurutnya, negara harus hadir menjamin masa depan atlet melampaui masa aktif bertanding mereka.
“Atlet adalah patriot olahraga, pejuang bangsa di masa damai, sehingga sudah seharusnya negara hadir tidak hanya saat mereka bertanding, tetapi juga dalam menjamin perlindungan dan masa depan mereka setelah tidak lagi aktif sebagai atlet,” tegas Marciano.
Urgensi perlindungan ini diperkuat oleh data realita di lapangan. BPJS Ketenagakerjaan mencatat, dari sekitar 265 ribu pelaku olahraga yang terdaftar, terdapat 4.200 kasus kecelakaan kerja dalam tiga tahun terakhir dengan total manfaat mencapai Rp31 miliar.
Selain itu, santunan kematian bagi 63 atlet yang gugur telah dibayarkan dengan nilai hampir Rp2 miliar.
Ke depan, kedua lembaga akan menggencarkan sosialisasi ke seluruh ekosistem di bawah naungan KONI, yang mencakup 38 KONI Provinsi, 514 KONI Kabupaten/Kota, 81 cabang olahraga, hingga 19 perguruan tinggi.
Melalui edukasi yang merata, diharapkan seluruh insan olahraga dapat menjalankan aktivitas profesionalnya dengan bebas dari rasa cemas terhadap risiko ekonomi dan medis. (RO/Z-1)
Saldo JHT merupakan dana simpanan yang dikumpulkan dari iuran pekerja dan iuran dari perusahaan atau pemberi kerja. Dana ini akan terus bertambah seiring waktu dan juga mendapatkan
BPJS Ketenagakerjaan kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada pekerja Indonesia melalui dukungan terhadap program mudik gratis
Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2023, pemerintah telah menetapkan penguatan mekanisme penjaminan kasus dugaan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
BPJS Ketenagakerjaan perluas cakupan BPU melalui komunitas RT/RW dan rumah ibadah. Simak skema iuran hemat 50% sesuai PP Nomor 50 Tahun 2026.
Gubernur DKI Pramono Anung kerahkan 19 ekskavator tangani longsor Bantargebang. 4 orang tewas, korban PJLP dapat santunan BPJS Ketenagakerjaan.
Dirut BPJS Ketenagakerjaan jenguk ojol korban kecelakaan di Bekasi. Biaya Rp442 juta ditanggung penuh tanpa plafon melalui JKK. Simak manfaat lengkapnya di sini.
Muhammad Nazaruddin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Indonesia Pickleball Federation periode 2026–2031.
KONI Sulut mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera mengirimkan surat resmi sebagai tanda keseriusan membangun kerja sama.
KONI Pusat memberikan apresiasi terhadap Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) yang diketuai Peter Layardi Lay.
Peter secara terbuka menyoroti masalah mendasar yang menjadi pekerjaan rumah yaitu munculnya polarisasi di tenis meja setelah adanya Indonesia Pingpong League (IPL).
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved